Kiper Borneo FC Ungkap Keinginan Terakhir Choirul Huda

  • Choirul Huda sempat berjanji dengan penjaga gawang Borneo FC untuk bertukar jersey.
  • Namun, kesempatan tersebut tidak akan pernah terjadi lagi lantaran Huda telah berpulang.
Senin, 16 Oktober 2017 23:38 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Agus Dwi Witono
© Internet
Penjaga Gawang Borneo FC, Muhammad Ridho Djazulie. Copyright: © Internet
Penjaga Gawang Borneo FC, Muhammad Ridho Djazulie.

Kepergian penjagwa gawang legendaris Persela Lamongan, Choirul Huda, memang memberi kesedihan yang sangat mendalam bagi seluruh insan sepakbola tanah air. Baru-baru ini rekan seprofesi almarhum, Muhammad Ridho, mengungkapkan keinginan terakhir Huda sebelum meninggal dunia. Huda dikabarkan sudah janjian dengan Ridho untuk saling bertukar jersey.

Keinginan itu tidak lepas dari pertemuan antara Borneo FC dan Persela Lamongan yang akan berlangsung 19 Oktober mendatang di Stadion Segiri, Samarinda, pada pekan ke-30 Liga 1.

Sayangnya, niat tersebut tidak akan pernah terwujud. Lantaran Choirul Huda telah berpulang selamanya usai insiden benturan dengan rekannya Ramon Rodrigues saat Persela menang 2-0 atas Semen Padang, Minggu (15/10/17).

Kabar duka itu membuat Ridho sangat terkejut sekaligus sedih. Kiper utama Borneo FC itu lantas mendoakan seniornya agar mendapat tempat terbaik di surga.

"Jujur, sedih mendapat kabar mas Huda telah tiada. Semoga beliau ditempatkan dalam surganya Allah. Karena meninggal dalam mencari rezeki. Kemarin kami sempat ngobrol kalau mau tukar jersey," tutur Ridho dilansir dari laman Borneo FC.

Aksi Ilham Udin Armaiyn (kiri) mencoba membobol gawang Borneo FC yang dikawal Muhammad Ridho. Herry Ibrahim/INDOSPORT Copyright: Herry Ibrahim/INDOSPORTAksi Ilham Udin Armaiyn (kiri) mencoba membobol gawang Borneo FC yang dikawal Muhammad Ridho. Herry Ibrahim/INDOSPORT

Pasca insiden itu, Ridho menegaskan setiap pekerjaan apa pun memiliki risiko. Termasuk dalam sepakbola yang bahkan bisa dibilang sangat rawan. Karenanya ia berharap wasit yang memimpin pertandingan harus lebih jeli melihat kondisi di lapangan terlebih untuk posisi kiper yang kerap berduel dengan striker lawan. Jadi ketika melakukan terjangan atau melompat, wasit harusnya bisa melindungi penjaga gawang. 

"Sepakbola olahraga yang bersentuhan fisik dengan lawan. Kemungkinan mendapat cedera pasti selalu ada dan itu sudah risiko setiap pemain. Kalau ada dorongan atau halangan dari pemain lawan, wajib pelanggaran. Kiper harus mendapat keutamaan saat di area penalti," pungkas dia.

Choirul Huda, kiper Persela Lamongan. Copyright: Twitter/@Komunitas_BonekChoirul Huda, kiper Persela Lamongan.

Meninggalnya Choirul Huda memang menyita perhatian banyak pihak. Bahkan media internasional hingga pemain kelas dunia seperti Paul Pogba turut menyatakan belasungkawa. Bukan tanpa alasan, pasalnya selama berkiprah di sepakbola profesional selama 18 tahun, almarhum dikenal sebagai one man club layaknya legenda AS Roma, Francesco Totti.

Sebagai penghargaan atas loyalitas Choirul Huda, pihak Persela pun secara resmi memensiunkan nomor punggung 1 yang selama ini melekat di jersey Choirul Huda.