Liga Indonesia

Jelang Liga 2, Semen Padang Ditinggal Asisten Pelatihnya

Senin, 12 Februari 2018 19:09 WIB
Kontributor: Taufik Hidayat | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Taufik Hidayat/INDOSPORT
Weliansyah (empat dari kiri) saat mendampingi Syafrianto Rusli pada Piala Walikota tahun lalu. Copyright: © Taufik Hidayat/INDOSPORT
Weliansyah (empat dari kiri) saat mendampingi Syafrianto Rusli pada Piala Walikota tahun lalu.

Semen Padang FC bersiap ditinggal pergi salah seorang asisten pelatihnya, Welliansyah untuk mengikuti mengikuti kursus kepelatihan lisensi A AFC modul satu mulai 19 Februari hingga 4 Maret 2018 di Nirwana Sawangan Park, Depok.

Asisten teknik pelatih kepala Semen Padang FC, Syafrianto Rusli itu direncanakan bertolak dari Padang, Sabtu (17/02/18) mendatang.

Keterangan ini disampaikan Welliansyah usai Semen Padang FC melawat ke Sugayang, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, menghadapi Jordus FC, di lapangan Pulai, Senin(12/02/18).

"Sabtu pekan depan (17/02/18), saya berangkat ke Sawangan, mengikuti kursus pelatih lisensi A AFC, dari 19 Februari sampai 4 Maret 2018. Jadi sekitar dua pekan absen dari tim," tutur Welliansyah.

© Taufik Hidayat/Indosport.com
Skuat Semen Padang FC. Copyright: Taufik Hidayat/Indosport.comSkuat Semen Padang FC.

Pria yang 15 tahun (1986-2001) berseragam Semen Padang FC semasa menjadi pemain, sejatinya mendapatkan kesempatan kedua setelah pada Agustus 2017 juga masuk daftar peserta kursus. Tetapi karena ia menunaikan ibadah haji, Welliansyah batal mengikuti.

"Sebenarnya Agustus 2017 lalu, saya sudah terdaftar dan masuk list peserta kursus A AFC ini. Tapi batal, karena bertepatan dengan ibadah haji ke Mekkah," terang libero tangguh Semen Padang FC masa silam ini.

Welliansyah dan peserta lainnya, selama mengikuti kursus mendatang akan diinstrukturi oleh Instruktur pelatih dari AFC asal Kuwait, Bader Abdul Jalil dibantu asisten instruktur, Sutan Harharah dari Indonesia.

"Insya Allah saya akan berusaha keras melewati seluruh tahapan kursus disana (Sawangan). Mudah-mudahan bisa meraih lisensi A AFC," ujar pria kelahiran 1966 yang masih tercatat sebagai karyawan PT. Semen Padang , serupa dengan Syafrianto Rusli, Nilmaizar, Delvi Adri, dan Zulkarnain Zakaria.

Karir kepelatihan Welliansyah sendiri dimulai ketika jadi asisten pelatih tim senior Semen Padang era kompetisi 2005-2007. Kemudian dia membesut Semen Padang U-18, juara Liga Remaja Sumbar 2009. Setahun berikutnya Semen Padang U-21 dibawah asuhannya menembus final Liga Super Indonesia U-21 musim 2010/11.

Sukses bersama Semen Padang U-21, Welliansyah sempat bertugas mendampini Sutan Harhara yang mengomandoi Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 2013. Kembali dari Timnas usia muda, Welliansyah didapuk lagi jadi asisten pelatih tim senior Semen Padang FC di ISL 2014 untuk mendampingi Jafri Sastra, menggantikan pos Delvi Adri, asisten pelatih terdahulu.

Uniknya, Welliansyah kerap berganti tempat dengan Delvi Adri. Baik sebagai asisten pelatih tim Semen Padang senior atau bergeser ke pelatih kepala tim Semen Padang U-21. Jika manajemen menetapkan Delvi Adri asisten pelatih tim senior, Welliansyah berdinas selaku pelatih kepala Semen Padang U-21. Begitu pun sebaliknya, Welliansyah asisten pelatih tim senior dan Delvi Adri jadi pelatih kepala tim junior.

Hal inipun terulang lagi, pasca Semen Padang FC turun kasta ke Liga 2 Indonesia 2018. Giliran Welliansyah ditetapkan oleh manajemen tim mendampingi Syafrianto Rusli. Sementara Delvi Adri fokus ke pekerjaan utama, Kepala Bidang Keuangan CSR PT. Semen Padang.