x

Liga Champions: Chelsea Diberondong Tiga Gol oleh Real Madrid, Tuchel Kibarkan Bendera Putih

Kamis, 7 April 2022 22:25 WIB
Penulis: Izzuddin Faruqi Adi Pratama | Editor: Yosef Bayu Anangga
Kekalahan 1-3 di kandang sendiri pada leg pertama babak delapan besar Liga Champions 2021/2022 membuat Thomas Tuchel tak yakin Chelsea bisa lewati Real Madrid. Foto: REUTERS/Tony Obrien

INDOSPORT.COM - Thomas Tuchel tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai Chelsea yang ia latih digulung dengan skor 1-3 di kandang sendiri oleh Real Madrid pada Kamis (07/04/22) dini hari lalu.

Kini baginya kans The Blues untuk bisa mempertahankan trofi Liga Champions yang diraih pada musim lalu telah sirna. Terutama jika tak segera bangkit dari performa buruk sekarang ini.

Baca Juga

Chelsea sejak jeda internasional Maret lalu berakhir memang seolah kehilangan keseimbangan dan bermain tidak seperti biasanya.

Melawan Real Madrid di Stamford Bridge, Chelsea memang unggul dalam penguasaan bola (57,3%) dan jumlah tembakan (20:8) namun kerap melakukan kesalahan individu.

Blunder dari Antonio Rudiger dan Edouard Mendy membuat Karim Benzema bisa melengkapi hattrick dan menjadi man of the match seusai pertandingan.

Baca Juga

Goyahnya Chelsea sebenarnya juga sudah terlihat pada lima hari sebelumnya kala mereka juga dikoyak Brentford 1-4 di Liga Inggris.

Tuchel merasa jika anak-anak asuhnya bermain sama buruknya pada dua laga tersebut dan tidak ada yang menyalahkannya jika kini ia merasa kans juara Chelsea sudah buyar di Liga Champions.

"Apakah harapan juara kami masih ada? Tidak. Tidak jika performa kami terus seperti saat ini," ujar Thomas Tuchel seperti yang dirangkum dari Sky Sports.

Baca Juga

"Entah kenapa setelah jeda internasional kami jadi seperti ini. Laga melawan Real Madrid seakan jadi ulangan babak kedua saat jumpa Brentford,"

"Dalam lima hari, kami sudah kemasukan tujuh gol. Ini adalah alarm tanda bahaya. Secara taktik, individu, kebugaran, dan kengototoan saat ini Chelsea sedang tak berada dalam potensi terbaiknya," tambah juru taktik berpaspor Jerman tersebut.


1. Melawan Kemustahilan

Pemain Chelsea Kai Havertz merayakan gol pertamanya bersama Cesar Azpilicueta dan Reece James di perempat final Liga Champions, Kamis (07/04/22). Foto: Reuters/Peter Cziborra

Chelsea akan dihadapkan dengan tantangan yang terbilang nyaris mustahil untuk bisa melaju ke semi-final Liga Champions 2021/2022.

Saat balik bertandang ke markas Real Madrid, Santiago Bernabeu, pada 13 April mendatang setidaknya mereka harus bisa menang dengan tiga gol tanpa balas.

Baca Juga

Sejarah mencatat jika sudah ada 43 tim sebelumnya yang mendapati diri mereka tertinggal dua gol atau lebih di leg pertama fase gugur Liga Champions yang dihelat di kandang namun hanya satu yang bisa menciptakan keajaiban dan kemudian lolos.

Klub tersebut adalah Manchester United di musim 2018/2019 silam kala jumpa dengan Paris Saint-Germain di babak 16 besar.

United kalah 0-2 di Old Trafford namun kemudian bisa menang 1-3 kala melawat ke Parc des Princes dan berhak lolos berkat agresivitas gol tandang.

Baca Juga

Skuat Chelsea saat ini jauh lebih baik ketimbang milik United kala itu dan tentunya bukan hal mustahil untuk bisa meniru comeback mereka.

Hanya saja sekarang tingkat kepercayaan diri pasukan London Biru sedang berada di titik terendah. Bisa-bisa mereka akan gagal menang lagi kala jumpa Southampton pada akhir pekan ini.

Thomas Tuchel tahu betul problem ini sedang melanda timnya dan maka dari itu masih enggan untuk memikirkan leg kedua melawan Real Madrid.

Baca Juga

"Saat ini kecemasan terbesarku bukan Real Madrid namun Southampton. Kami dihadapkan dalam kondisi wajib menang pada Sabtu nanti," sambung Tuchel lagi.

"Jika kami gagal lagi maka harapan kami di Liga Champions akan semakin mati. Tidak banyak tim yang bisa bangkit dari ketertinggalan tiga gol tandang. Bahkan Chelsea," pungkasnya kemudian.


2. Puasa Tak Halangi Dua Pemain ini Menggila di Liga Champions

Selebrasi pemain Villarreal, Arnaut Danjuma merayakan gol pertama bersama rekan setim di laga perempat final Liga Champions, Kamis (07/04/22). Foto: REUTERS/Pablo Morano

Berpuasa di bulan suci Ramadan memang berat namun tidak akan melemahkan pelaksananya bahkan untuk atlet profesional dengan tuntuan masif sekalipun layaknya Karim Benzema dan Arnaut Danjuma.

Keduanya tetap berpuasa meski musim kompetisi 2021/2022 masih berlangsung dan bahkan mengantarkan Real Madrid dan Villarreal meraih kemenangan berharga di leg pertama babak 8 besar Liga Champions.

Karim Benzema menjadi pahlawan Real Madrid yang bertandang ke markas Chelsea, Stamford Bridge, pada Kamis (07/04/22) dini.

Tak tanggung-tanggung, bomber Prancis berdarah Aljazair tersebut mengemas hattrick yang membuat El Real menang telak 1-3.

Kurang dari 25 menit laga berjalan, Benzema sudah mengantongi dua gol pertamanya dengan sepasang sundulan akurat.

Baca selengkapnya: Berkah Ramadan, Real Madrid dan Villarreal Menang di Liga Champions Berkat Puasa Bintangnya

Real MadridChelseaLiga ChampionsThomas TuchelBerita Liga Champions Eropa

Berita Terkini