Transisi Menjadi Masalah Baru Tim Futsal DKI Jakarta

Kamis, 1 September 2016 21:11 WIB
Editor:
©
Tim futsal PON DKI Jakarta sedang bersantai usai berlatih Copyright: ©
Tim futsal PON DKI Jakarta sedang bersantai usai berlatih

Beruji coba melawan tim futsal BSI di Lapangan Vidi, Jakarta, Kamis (01/09/16), DKI memang memenangkan pertandingan dengan skor telak 12-4. Akan tetapi pelatih kepala Wahyudin masih melihat beberapa kekurangan anak asuhnya terutama dalam bertahan.

DKI yang menurunkan semua pemainnya masih bermasalah saat melakukan transisi menyerang dan bertahan. Empat gol BSI berawal dari serangan balik akibat lemahnya transisi pertahanan.

“Sebetulnya di pertandingan ini saya ingin melihat organisasi pertahanan tim. Tapi kami malah kebobolan saat transisi dari menyerang ke bertahan. Ini masalah baru bagi kami,” ujar Wahyudin kepada wartawan selepas pertandingan.

Pelatih yang akrab disapa Kocoy itu pun akan segera membenahi kelemahan tersebut dalam jangka waktu 15 hari. Kocoy ingin anak asuhnya benar-benar menyerap evaluasi sebelum tim turun bertandingan di PON.

"Kita terus geber anak-anak dengan materi pertahanan. Kita juga melatih set piece dari titik penalti. Secara keseluruhan pemantapan akhir ini ada pada defend tim dan transisi sekaligus bola mati," lanjut Kocoy.

Rencananya tim futsal DKI Jaya akan berangkat lebih awal ke Bandung. Hal tersebut dilakukan guna beradaptasi dengan suasana tempat pertandingan sekaligus mempersiapkan tim yang diberi target medali emas oleh KONI DKI Jaya itu.