In Depth Sports

Dari Suara Hingga Menatap Layar Kaca, Sejarah Siaran Langsung Pertandingan Olahraga (Part I)

Rabu, 28 Desember 2016 14:46 WIB
Editor: Galih Prasetyo
 Copyright:
Berkat pria kelahiran Bologna

Pada 1895, seorang pria kelahiran Bologna, Italia memproduksi produk yang mengubah dunia saat itu. Guglielmo Marconi, seorang insinyur listri berupaya mengubah ide soal gelombang suara yang bisa dijangkau melebihi telegram, alat komunikasi paling modern di masa itu.

Idenya di tahun itu berhasil, setahun kemudian temuannya tersebut dibawa ke London, Inggris untuk mendapatkan hak paten. Pada 1900, temuannya mampu mengirimkan berita tanpa lewat kawat menyebrang selat Inggris. 

Penemuan Marconi kekinian disebut radio. Temuan radio dari Marconi baru benar-benar sempurna pada 1915, jika sebelumnya berita dikirimkan lewat sistem kode, maka di tahun itu berubah menjadi suara. 

Berkat Marconi juga live report pertandingan olahraga berhasil pertama kali direkam pada 1923 versi Kanada. Siaran pertama di 1923 itu ialah siaran radio pertandingan hoki es yang berlangsung pada 08 Februari 1923 antara Midland versi North Toronto. 

Selain pertandingan hoki es di Kanada, fakta sejarah juga menyebut bahwa pada 1911 masyarakat di kota Lawrence, Kansas, Amerika Serikat berbondong-bondong untuk memperdengarkan pertandingan sepakbola antar Kansas versus Missouri lewat radio generasi pertama atau yang lazim disebut kawat telegraf. 

Di Indonesia, saat radio masih jadi salah satu benda paling ekslusif, suara dari seorang kelahiran Bandung, Jawa Barat, Sambas Mangundikarta tentu sudah tidak asing. Sambas ialah penyiar Radio Republik Indonesia (RRI) yang dikenal sebagai penyiar spesial pertandingan olahraga. 

Suara baritonnya yang khas akan membuat jalan pertandingan olahraga berlangsung seru, tegang, lucu, bercampur aduk jadi satu. Sambas sangat pintar memainkan tensi emosi pendengar RRI. 

Seperti dilansir dari pindai.org, belum ada catatan sejarah pasti yang menyebut kapan tepatnya laporan pandangan mata pertama kali pertandingan olahraga disampaikan lewat radio di Indonesia. 

Namun fakta sejarah mencatat ada dua catatan penting siaran radio yang memperdengarkan laporan pandangan mata pertandingan Timnas Indonesia. 

Pertama dari majalah olahraga tertanggal 15 Mei 1954. Di majalah tersebut terdapat sebuah caption foto yang bertuliskan, 

“Mahargono tampak sedang melakukan siaran pandangan – mata pertandingan Indonesia lawan Djepang pada malam pertama. Disebelahnya kelihatan Mintorogo jang lebih mendalami hal ichwal atletik, tapi suka djuga pada sepak bola. Kedua saudara inilah jang bersedia menulis djuga untuk madjalah kita ini”.

Itu merupakan live report pertandingan Timnas Indonesia kala bertemu Jepang di ajang Asian Games II yang berlangsung Manila, Filipia pada 1954. Kala itu Timnas Indonesia dilatih oleh pelatih legendaris, Tony Pogacnic. 

Catatan sejarah kedua ialah live report pertandingan antara Indonesia vs Uni Soviet pada ajang Olimpiade Melbourne 1956. Koran Kedaulatan Rakjat saat itu menuliskan bahwa wartawan RRI Jakarta membuat laporan penadangan mata. 

"Wartawan RRI Djakarta jang membuat siaran pandangan mata kemarin telah mentjutjutkan air mata, karena terharu menjaksikan banteng2 Indonesia mati-matian mempertahankan bentengnjya terhadap serangan2 seru dari pihak raksasa Rusia, 120 menit lamanja pemain2 Indonesia bekerdja mati2an untuk membendung serangan pemain2 Rusia jang keras dan bertubi2 itu. Sympati publik tertudju kepada pemain2 kita, jang selama pertandingan menundjukkan sportiviteit jang tinggi. Wasit (Orang Djepang) berkali-kali melewatkan free kick dan hands!" 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%