Sepak Terjang Deddy Corbuzier, Mentalis, Penggila Olahraga, Hingga Menjadi Mualaf

Jumat, 21 Juni 2019 16:15 WIB
Penulis: Katarina Erlita Cadrasari | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
 Copyright:

INDOSPORT.COM - Deddy Corbuzier baru saja memutuskan untuk menjadi mualaf setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Gus Miftah Maulana Habiburrahman di pondol pesantren yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta, Jumat (21/06/19).

Momen krusial itu kemudian diabadikan oleh akun Instagram @ponpesoraaji.

“Saya bersaksi dengan sebenar-benarnya bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan saya bersaksi sebenar-benarnya bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah,” ujar Deddy Corbuzier dalam video tersebut.

Selain itu, Deddy pun secara pribadi juga membagi momen kebahagiaan tersebut di akun Instagram resminya, @mastercobuzier. Tampak Deddy menitikkan air mata kebahagiaan, pasca menjadi seorang mualaf.

Setelah resmi memeluk agama Islam, sosok Deddy Corbuzier pun langsung menjadi sorotan. INDOSPORT sebagai portal berita olahraga telah merangkum sepak terjang Deddy selama ini.

Pria pemilik nama lengkap Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo itu lahir di Jakarta pada 28 Desember 1976. Deddy Corbuzier mulai dikenal setelah menjadi mentalis yang populer di Indonesia.

Deddy telah mencetak banyak sekali magician ternama, seperti Bow Vernon, Oge Arthemus, Demian Aditya. Mentalis berusia 42 tahun itu kerap tampil dengan perawakan yang gagah dan tegap.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Doing 120 KG incline while my Mom... Walking around on my back... Superb 🤣🤣 @corbuziergymosbond #chestworkout #gymmotivation

A post shared by Deddy Corbuzier, Ph.D (@mastercorbuzier) on

Tubuh atletis yang dimiliki oleh Deddy Corbuzier berasal dari hobinya yaitu olahraga. Deddy bahkan rela merogoh kocek yang cukup dalam demi membeli peralatan olahraga di rumahnya.

Berkat hobi olahraga yang dimilikinya, ayah satu anak itu terinspirasi untuk membuka bisnis tempat olahraga. Selama delapan bulan terakhir, Deddy Corbuzier diketahui tertarik untuk mempelajari agama Islam hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf.