Lagi, Cabor Skating Korea Selatan Tercemar Kasus Pelecehan Seksual

Kamis, 27 Juni 2019 09:06 WIB
Penulis: Nadya Riska Nurlutfianti | Editor: Nugrahenny Putri Untari
© sg.news.yahoo.com
Cabor skating Korea Selatan kembali terkena kasus pelecehan seksual. Copyright: © sg.news.yahoo.com
Cabor skating Korea Selatan kembali terkena kasus pelecehan seksual.

INDOSPORT.COM – Dunia olahraga Korea Selatan kembali diterpa kasus pelecehan seksual setelah seorang skater jarak pendek (short track) melecehkan kawannya sendiri.

Pelaku yang dirahasiakan identitasnya tersebut kabarnya secara paksa menarik celana korban yang sama-sama skater pria. Bahkan, ia dengan tega meninggalkannya berdiri hanya dengan menggunakan celana dalam di depan rekan satu tim di pusat pelatihan nasional di Jincheon.

Sang pelatih dengan terpaksa menghukum seluruh tim yang berisi tujuh atlet pria dan wanita. Mereka diusir dan dilarang menggunakan fasilitas selama satu bbulan sebagai buntut dari tindakan tak sopan tersebut.

"Ada sejumlah kasus perilaku buruk lainnya sebelum ini (dalam tim speedskating jarak pendek), dan itulah salah satu alasan mengapa keputusan ini dibuat," kata seorang pejabat Komite Olahraga dan Olimpiade Korea kepada AFP.

Cabang olahraga skating Korea Selatan memang sedang diguncang permasalahan pelik seputar kasus pelecehan seksual. Sebelumnya, pada awal tahun 2019 ini seorang skater pria diskors selama satu bulan setelah diam-diam masuk ke asrama wanita di pelatihan.

Namun yang membuat miris ialah ia baru saja memenangkan medali di Olimpiade Musim Dingin 2018 Pyeongchang Kasus ini hanya segelintir kabar miring yang menerpa cabang olahraga andalan Korea Selatan itu.

Sebelumnya pada Januari lalu, peraih medali emas Olimpiade, Shim Suk-hee menggemparkan seluruh dunia usai mengumumkan kepada publik bahwa mantan pelatihnya melakukan pelecehan seksual dan secara fisik melecehkannya beberapa kali.

Atlet speedkating Noh Seon-yeong, pada 2018 lalu menuduh Korea Skating Union (KSU) memaksa saudara lelakinya, Jin-kyu, untuk melanjutkan pelatihan meski mengalami sakit kronis, yang akhirnya didiagnosis sebagai kanker tulang yang membuatnya meninggal pada 2016.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%