Gara-gara Kemaluannya, Atlet Lompat Galah Jepang Gagal Raih Medali Olimpiade

Jumat, 10 April 2020 15:57 WIB
Penulis: Yosef Bayu Anangga | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© YouTube box funny funny
Atlet lompat galah asal Jepang, Hiroki Ogita mengalami momen memalukan saat mengikuti Olimpiade 2016. Copyright: © YouTube box funny funny
Atlet lompat galah asal Jepang, Hiroki Ogita mengalami momen memalukan saat mengikuti Olimpiade 2016.

INDOSPORT.COM – Tampil di Olimpiade, sekaligus meraih medali di ajang tersebut adalah impian setiap atlet dari berbagai cabang olahraga.

Seperti diketahui, ajang olahraga tersebut hanya digelar 4 tahun sekali. Selain itu, terbatasnya jumlah peserta di setiap nomor juga membuat para atlet harus berusaha keras di babak kualifikasi demi meloloskan diri ke Olimpiade.

Maka, keberhasilan lolos ke ajang tersebut biasanya benar-benar dimanfaatkan para atlet untuk berusaha sekuat tenaga agar tampil maksimal dan meraih medali. Namun, ada banyak faktor yang bisa menggagalkan rencana tersebut. Salah satunya seperti yang dialami atlet lompat galah Jepang, Hiroki Ogita.

Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu, bintang andalan Jepang ini hanya finis di peringkat ke-21 pada nomor lompat galah. Penyebabnya, ketika melakukan lompatan tubuh Ogita menyenggol palang pembatas.

Menariknya, melalui tayanga ulang yang diperlambat, tampak bahwa anggota badan yang menjatuhkan palang itu bukanlah tangan atau kaki, melainkan kemaluannya.

Kejadian itu pun segera menimbulkan kegemparan, khususnya di negara asalnya, Jepang. Ogita sendiri mengaku kecewa dengan ramainya bahasan atas insiden tersebut dan menganggapnya berlebihan. Ia bahkan mengaku sedih dengan ledekan dan ejekan yang diterimanya.

Salah satu pakar lompat galah, yakni pelatih David Yeo di Singapura pun melontarkan pembelaannya. Ia menyebut situasi tersebut terjadi karena masalah sudut pandang kamera dan meyakini bahwa tangan Ogita-lah yang menjatuhkan palang.

Ogita sendiri akhirnya berhasil melewati palang pada percobaan keduanya. Namun insiden tersebut sudah terlanjut mengganggu konsentrasinya hingga ia gagal melaju ke babak final.

Belakangan atlet yang kini berusia 32 tahun itu mengaku dapat melihat sisi lucu dari insiden yang dialaminya. “Saat melihatnya lagi, ternyata memang lucu, kalau saya boleh berpendapat. LOL.”

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%