x

4 Kebijakan Anies-Sandi Soal Asian Games yang Menjadi Pro-Kontra di Masyarakat

Jumat, 3 Agustus 2018 09:42 WIB
Editor: Abdurrahman Ranala

INDOSPORT.COM - Berbagai upaya dilakukan Pemprov DKI menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018. Namun 4 kebijakan ini menuai kontroversi di masyarakat. 

Dalam 15 hari ke depan, pesta olahraga negara-negara Asia, Asian Games 2018 akan resmi dibuka. Dalam beberapa bulan terakhir, Pemprov DKI melakukan berbagai upaya untuk mempercantik Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games 2018. 

Selain mempersiapkan venue, transportasi, dan akomodasi bagi para atlet, Pemprov DKI juga mengajak masyarakat untuk turut serta menyemarakkan Asian Games 2018. 

Namun ada beberapa kebijakan Pemprov DKI yang menuai kontroversi di masyarakat. Kebijakan-kebijakan tersebut dirasa tidak tepat hanya menimbulkan masalah baru. 

Baca Juga

Berikut ini adalah 4 kebijakan Pemprov DKI yang mendapat pro-kontra di masyarakat. 


1. Kain Waring

Kali Item Jakarta dipasangi jaring jelang Asian Games 2018

Pemasangan kain waring hitam di sepanjang Kali Item menjadi yang pertama mendapat kritikan dan menuai kontroversi. Kain waring hitam sepanjang 600 meter dan lebar 20 meter dipasang untuk menutupi pemandangan tidak sedap di Kali Item yang ada di dekat Wisma Atlet Kemayoran. 

Namun langkah itu dirasa masyarakat sebagai langkah yang tidak tepat. Karena warna air tetap keruh dan bau tetap menyengat dari kali tersebut. 

Padahal Gubernur DKI, Anies Baswedan mengungkapkan jika pemasangan kain waring bertujuan untuk menurunkan bau yang tidak sedap. 

"Bagi teman-teman yang dateng ke sini mungkin merasa bau, coba datang 2 atau 3 bulan lalu, jauh lebih kuat. Ini sudah jauh lebih menurun," kata Anies saat meninjau Kali Item, di Kemayoran, Jakarta pusat, Sabtu (21/07/18).

"Dan akan kita teruskan, ada beberapa usaha yang dikerjakan, tapi kita ingin punya back up, apa pun yang kita lakukan alat yang dipakai itu (jaring tipis) bisa ikut membantu menghambat. Tapi usaha di airnya tetap berjalan," ucapnya.

"Tapi kalau kita tidak punya penutup, kalau membersihkannya itu tidak berhasil, kita tidak punya cadangan, karena itu kita pasang jaring dulu supaya aman," tutupnya. 


2. Rumput di Halte

Trotoar baru di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Program kedua yang menjadi kontroversi di masyarakat adalah rumput yang ada di sepanjang trotoar Jalan Sudirman. Rumput tersebut mendapat kritikan karena menghalangi halte dan membuat pengguna halte harus memutar lebih jauh untuk menaiki bus.

Rumput di halte tersebut juga menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak meme komik yang dibuat oleh warganet untuk menggambarkan keadaan yang ditumbulkan akibat rumput yang ada di trotoar tersebut. 

Setelah mendapat sorotan, barulah akhirnya dibuat jalur untuk pejalan kaki menaiki kendaraan. Dan Anies Baswedan mengatakan rumput yang ada di trorotar Jalan Sudirman sifatnya hanya sementara. 

Setelah Asian Games selesai, rumput tersebut akan dibongkar dan diganti dengan trotoar keras. 

"Sekarang ini memang sebagian belum dipasang trotoar keras karena masih rumput. Rumput ini sebenarnya temporer," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (25/07/18).


3. Separator Warna-warni

Separator jalan dicat warna-warni di kawasan TMII, Jakarta Timur, Minggu (29/7/2018). Pemprov DKI melakukan pengecetan untuk menyambut Asian Games 2018.

Yang menjadi kontroversi berikutnya adalah separator busway dan trotoar yang dicat warna-warni. Kritikan tak hanya datang dari masyarakat tetapi juga dari kepolisian. 

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, separator jalur transjakarta atau busway boleh dicat warna-warni asal memenuhi beberapa ketentuan. Pertama, warna-warna pada separator jalan itu harus punya tujuan yang jelas. 

"Tergantung tujuannya untuk apa, kalau untuk Asian Games itu waktu Asian Games saja mungkin diperbolehkan," kata Yusuf di Mapolda Metro Jaya, dilansir dari Kompas

Baca Juga

Pengecatan itu awalnya dimaksudkan sebagai salah satu proses 'beautifikasi' Jakarta jelang Asian Games 2018. Wakil Gubernur Sandiaga Uno sebelumnya meminta agar masyarakat tak mempermasalahkan warna separator jalan. 

"Mestinya kita berterima kasih, bukan saling ribut kenapa warnanya ini, warnanya itu, masih untung mereka mau ngerjain loh," kata Sandiaga.

Namun akhirnya sejumlah ruas jalan yang separatornya warna-warni telah dikembalikan menjadi warna semula. "Ada ketentuan-ketentuan mengenai marka jalan dan asisten pembangunan kemarin menjelaskan bahwa ketentuan tentang marka jalan penting untuk ditaati," kata Anies. 


4. Pelican Crossing

Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Anies Baswedan saat menyeberang jalan menggunakan pelican crossing di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018).

Dan yang baru beberapa hari ini terlaksana adalah 'Pelican Crossing' atau pedestrian light controlled crossing. Pelican crossing di Bundaran HI dibuat untuk menggantikan jembatan penyebrangan orang yang ada sebelumnya. 

Jembatan penyebrangan dihilangkan agar Patung Selamat Datang di Bundaran HI tidak terhalang. Hal itu pun mendapat pujian dari Presiden RI, Joko Widodo. 

"Secara estetika (JPO) ganggu. Kalau enggak ada kan, wah, lebih cantik, lebih indah. Bundaran HI ini bisa kita lihat," tutur Jokowi dilansir dari Tempo. 

"Jadi tidak ada yang menghalangi Patung Selamat Datang. Persis saat dulu," ujar Anies menambahkan. 

Meski mendapat pujian dari Presiden, tetap ada warga yang menganggap pelican crossing tak memberi efek apa-apa. 

"Enggak ngefek kalau jam pulang kerja begini," ujar salah satu warga bernama Tia dilansir dari Tribun. 

"Tadi lihat kan lampu hijaupun mobil masih ngehalangin jalan. Mereka berhenti diatas zebra cross, karena memang lagi macet," katanya.

Petualangan Baru Gonzalo Higuain

Terus Ikuti Berita Sepak Bola dan Olahraga Lain di INDOSPORT

Asian Games 2018DKI JakartaSandiaga UnoSandiaga S. UnoAnies BaswedanTRIVIASerba Serbi Asian Games 2018Listicle Asian Games 2018

Berita Terkini