x

Pernah Bully Teman Sekelas, Penggubah Musik Olimpiade Tokyo Tuai Kecaman

Senin, 19 Juli 2021 14:59 WIB
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Nugrahenny Putri Untari
Olimpiade Tokyo ternoda oleh ulah salah satu partisipannya, Keigo Oyamada.

INDOSPORT.COM - Hajatan Olimpiade Tokyo tengah diguncang kabar yang kurang sedap yang berkaitan dengan isu bullying.

Pasalnya, salah satu musisi penggubah lagu yang berkerja dalam proyek Olimpiade Tokyo, Keigo Oyamada, tersandung kasus bullying yang sejatinya telah terjadi bertahun-tahun silam.

Keigo dalam sebuah wawancara dengan majalah Jepang mengaku pernah melakukan perundungan pada teman sekelasnya yang juga penyandang disabilitas.

Baca Juga
Baca Juga

Pengakuan Keigo tersebut terjadi pada pertengahan tahun 1990, dan parahnya, kini muncul kembali jelag gelaran Olimpiade Tokyo.

Dalam wawancara tersebut, Keigo tak sedikit pun menunjukkan rasa penyesalan meski mem-bully temannya. Ia menyuruh temannya itu memakan kotoran dan melakukan tindak asusila lainnya.

Sontak saja, pengakuan Keigo memicu reaksi negatif dari publik.

Para netizen langsung melontarkan kritik tajam pada sosok musisi yang sering dibandingkan dengan musisi Amerika, Jeff Beck dan Brian Wilson itu.

Tak hanya itu, keberadaan Keigo dalam hajatan sekelas Olimpide juga dinilai tak pantas.

"Bagaimana mungkin seseorang yang melakukan tindakan diskriminatif dan kekerasan seperti itu dianggap memenuhi syarat untuk terlibat dalam Olimpiade dan Paralimpiade?" tulis seseorang di Twitter.

Keigo Oyamada pun buka suara setelah dirinya tersandung dalam wawancara tersebut.

Dalam klarifikasinya lewat akun Twitter, ia mengatakan bahwa dia sangat tidak dewasa saat melakukan perundungan pada teman sekelasnya.

Ia merasa menyesal atas apa yang dia lakukan.

Baca Juga
Baca Juga

Keigo pun menyadari reaksi negatif dari banyak orang, termasuk soal keterlibatannya dalam Olimpiade Tokyo.

"Saya minta maaf dan saya akan berusaha menjadi orang yang lebih baik," tulisnya.


1. Klarifikasi Panitia

Olimpiade Tokyo ternoda oleh ulah salah satu partisipannya, Keigo Oyamada.

Pihak panitia pun tak tinggal diam dengan skandal yang menimpa Keigo Oyamada.

Melaui CEO Komite Penyelenggara Olimpiade & Paralimpiade Tokyo, Toshiro Muto, mereka meminta maaf kepada publik soal tindakan Keigo.

"Kami memahami bahwa dia meminta maaf dan memang benar bahwa kami tidak mengetahui hal ini," kata Toshiro Muto dalam konferensi pers.

Kendati demikian, Muto menambahkan jika panitia tidak memiliki rencana untuk memutus kerja sama dengan Keigo atau memboikot lagu-lagunya.

"Kami berharap dia melanjutkan partisipasinya," kata Muto menambahkan.

"Dia menyesal atas tindakannya di masa lalu, dan dia mengatakan bahwa dia ingin bertindak dengan standar moral yang lebih tinggi."

OlimpiadeTwitterOlimpiade Tokyo 2020Berita OlahragaBully

Berita Terkini