Asian Games Siap Ajarkan Masyarakat Indonesia Budaya Baru

Jumat, 9 Februari 2018 00:39 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Prio Hari Kristanto
© Jawapos
Logo Asian Para Games 2018 Copyright: © Jawapos
Logo Asian Para Games 2018

Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) bersiap mengajarkan satu kebudayaan baru bagi masyarakat Indonesia yang akan menyaksikan Asian Games di mana para penonton yang akan datang ke venue harus berjalan kaki.

Indonesia bersiap menghelat hajat besar olahraga Asian Games 2018. Event yang berlangsung di dua kota besar yakni Jakarta dan Palembang itu dilaksanakan pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Khusus untuk di Jakarta, INASGOC selaku panitia pelaksana Asian Games 2018, memiliki satu kebudayaan baru bagi masyarakat Jakarta, yakni mengajak sehat dengan berjalan kaki.

Hal ini tak terlepas dari letak venue yang berada di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, yang hanya akan ada satu pintu masuk yaitu dari Plaza Barat. Selain itu, jalanan di kawasan Senayan akan disterilkan dari kendaraan bermotor. 

© INDOSPORT
Kemeriahan suporter Timnas saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di Stadion Utama GBK. Copyright: INDOSPORTStadion Utama Gelora Bung Karno.

"Asian Games diharapkan (menciptakan) adanya perubahan budaya. Nanti di Asian Games, hanya pintu barat GBK untuk masuk penonton," kata Ketua INASGOC, Erick Thohir, di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (08/02/18).

"Sekarang memang sudah banyak keluhan jaraknya jauh. Tapi ini merupakan cara bagaimana mengubah budaya negara kita agar mau berjalan kaki," tambahnya.

© HUMAS PBSI
Indonesia Masters 2018 bakal menjadi event pertama Istana Olahraga (Istora) setelah direnovasi. Copyright: HUMAS PBSIIstora Senayan.

"Ada sejumlah jalan yang nantinya ditutup untuk kendaraan bermotor, sepanjang jalan itu nantinya para pengunjung akan disajikan festival budaya mulai dari makanan khas Indonesia, hingga internasional," tambahnya.

Lebih lanjut, Erick telah memberikan usul agar meliburkan sekolah dan mengatur ulang jam kerja perkantoran sekitar Senayan, Jakarta. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas. 

"Kami pun mengusulkan libur sekolah dan jam kantor sekitar jalan Sudirman dan Senayan untuk diubah," pungkasnya.