Apa Bedanya e-Sports dan Game Biasa? Ini Penjelasan dari IeSPA

Selasa, 30 April 2019 21:37 WIB
Penulis: Shintya Maharani | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© Shintya Anya Maharani/Indosport.com
Imam Nahrawi di pertandingan e-Sports tingkat SMA/SMK. Copyright: © Shintya Anya Maharani/Indosport.com
Imam Nahrawi di pertandingan e-Sports tingkat SMA/SMK.

INDOSPORT.COM - Di era modern, perkembangan teknologi memang banyak menyumbangkan inovasi dalam semua bidang, tidak terkecuali dalam bidang olahraga.

Jika dulu digital game hanya dikenal sebagai sarana hiburan saja, kini e-Sports hadir sebagai inovasi dari dunia gaming dan berhasil menjadi salah satu fokus baru di dunia olahraga.

Beberapa negara di dunia seperti Singapura, Taiwan, Korea, Swedia, Tiongkok, dan Indonesia pun menunjukkan keseriusannya dalam mendukung kemajuan e-Sports, yakni dengan cara membangun organisasi atau asosiasi yang dinaungi oleh pemerintahannya secara langsung.

Di Indonesia sendiri, asosiasi tersebut bernama Indonesia e-Sports Association (IeSPA) dibawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) yang berfungsi untuk memajukan olahraga digital di Indonesia.

Berkesempatan menemui Erlangga Putra selaku Ketua IeSPA DKI Jakarta pada Sabtu (27/04/19) di turnamen IEL University Series 2019, INDOSPORT pun bertanya terkait perbedaan e-Sports dengan main game biasa. Berikut penuturannya.

“Bedanya, jika hanya sekadar main game itu bisa kuat sampai 10 jam tanpa non-stop, tetapi kalau atlet e-sports biasanya perhari hanya 1 - 3 jam dan sisanya itu dipakai mempelajari hal-hal pendukung seperti, strategi, logika, dan juga olahraga,” ujar Erlangga.

“Secara normal saja, saya juga bermain FIFA ya, nah di jam pertama sampai ketiga rasanya still good tapi kalau sudah lebih dari 3 jam itu pasti permainan menurun karena fisik yang sudah tidak stabil,” tambahnya

Erlangga mengerti, banyak awam yang masih belum mengetahui dimana letak olahraga dari e-Sports. Maka dari itu, Ia pun menjelaskan.

“Letak olahraga e-sports itu di logika berpikir dan tangan ya, seperti catur saja. Oleh karena itu, kalau nggak diseimbangi olahraga bisa saja tangannya terkena cedera karena bermain terlalu lama,”

“Latihan fisik juga sangat diperlukan dalam e-sports, seperti fitness, lari, dan renang,” paparnya.

Oleh karena itu, mengadakan turnamen-turnamen e-Sports dalam berbagai tingkat juga Erlangga akui sebagai salah satu usaha IeSPA untuk mengenalkan e-Sports kepada khalayak luas.

"Lewat acara ini salah satunya (IEL University Series 2019) diharapkan bisa memberitahu masyarakat luas kalau ajang e-sports ini antusiasnya sangat tinggi, dan disini kami bukan sekadar main game tapi kami seorang atlet, jelas ada bedanya," pungkasnya.

Ikuti Terus Berita Update e-Sports di INDOSPORT.COM