Kontroversi pengabaian perintah tim oleh Sebastian Vettel di Grand Prix Malaysia, Minggu (24/03/13), terus menjadi topik panas di arena Formula 1. Berbagai spekulasi muncul.
Pebalap Red Bull Mark Webber berada di posisi bagus untuk menjuarai GP Malaysia. Tapi trofi juara yang sudah ada di tangannya akhirnya lepas karena rekan setimnya tak mengikuti perintah tim.
Pebalap Australia ini terkejut karena Vettel terus berusaha menyalip dia. Padahal sebelumnya sudah ada perintah untuk mempertahankan posisi masing-masing.
Vettel meminta maaf usai balapan. Tapi Webber tak bisa hapus kekecewaannya. Dia mengatakan butuh waktu memikirkan hal ini lebih lanjut.
"Kita lihat apa yang akan terjadi. Kami punya tiga pekan sebelum race berikut. Sekarang masih terlalu dini,” kata Webber.
Mencuat indikasi pembalap 36 tahun ini mempertimbangkan untuk berpisah kongsi dengan Red Bull agar tak lagi setim dengan Vettel. Tapi spekulasi tersebut terpatahkan.
Sang ayah, Alan Webber menegaskan, anaknya akan tetap berada di lintasan bersama Red Bull pada GP China 14 April 2013 nanti. Bukan berarti Webber sudah menganggap lalu peristiwa di Malaysia.
“Vettel tidak mematuhi team order dan membuat tim kecewa. Saya pikir perlu waktu bagi dia untuk mendapatkan kembali respek dan kepercayaan," ujar Alan.