INDOSPORT.COM - Pembalap muda Italia, Kimi Antonelli, bertekad melanjutkan awal musim sensasionalnya dengan memburu kemenangan keempat secara beruntun pada Grand Prix Kanada akhir pekan ini. Namun, remaja berusia 19 tahun itu memperkirakan perlawanan sengit akan datang dari rekan setimnya di Mercedes, George Russell.
Antonelli tampil mengejutkan sepanjang empat seri awal Formula 1 musim ini dan kini memimpin klasemen sementara pembalap. Ia unggul 20 poin atas Russell, yang datang sebagai favorit juara pramusim sekaligus pembalap senior Mercedes dengan pengalaman jauh lebih matang.
Keunggulan tersebut menjadi bukti perkembangan pesat Antonelli sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di dunia balap. Mercedes juga datang ke Montreal dengan membawa paket pembaruan besar yang diharapkan bisa memperkuat dominasi mereka.
Bagi Russell, balapan di Circuit Gilles Villeneuve menjadi kesempatan penting untuk menegaskan kembali statusnya sebagai pemimpin tim. Dua hasil finis posisi keempat dalam dua balapan terakhir membuat sorotan lebih banyak tertuju kepada Antonelli.
Antonelli sendiri mengakui Russell bakal tampil sangat kuat di Kanada akhir pekan ini. Ia menilai karakteristik lintasan Montreal sangat cocok dengan gaya membalap pembalap asal Inggris tersebut.
“Saya yakin George akan tampil sangat kuat lagi di Kanada karena dia selalu bagus di Montreal,” ujar Antonelli dikutip dari The Straits Times. Ia menambahkan bahwa kemenangan Russell tahun lalu menjadi peringatan serius agar dirinya tampil maksimal sepanjang akhir pekan.
Popularitas Antonelli kini melesat cepat di Italia dan menjadi simbol optimisme baru olahraga negeri tersebut. Senyum khas, rambut keriting, dan performa impresifnya menjadikannya figur idola baru setelah kegagalan tim nasional sepak bola Italia lolos ke Piala Dunia.
Musim lalu, Russell sukses mencatat pole position dan memenangi balapan di Montreal. Pada saat yang sama, Antonelli memulai lomba dari posisi keempat sebelum finis ketiga untuk meraih podium Formula 1 pertamanya.
Kini, Antonelli memburu sejarah sebagai pembalap Italia pertama sejak Alberto Ascari pada 1952 yang mampu meraih empat kemenangan beruntun. Saat itu, Ascari bahkan menorehkan enam kemenangan berturut-turut dalam musim legendarisnya.
Bos Mercedes, Toto Wolff, berusaha meredam euforia berlebihan yang mulai mengiringi performa luar biasa Antonelli. Ia menegaskan bahwa konsistensi di lintasan tetap menjadi ukuran utama kesuksesan seorang pembalap.
“Performa hanya berarti ketika benar-benar diwujudkan di lintasan balap,” tegas Wolff dikutip dari The Straits Times. Ia menilai musim masih sangat panjang dan empat seri pertama belum cukup untuk menentukan arah perebutan gelar juara dunia.
Wolff menambahkan bahwa Mercedes harus tetap menjaga keseimbangan dan terus belajar. Menurutnya, Grand Prix Kanada memang penting, tetapi hasil akhir musim ditentukan oleh konsistensi sepanjang kalender balapan.
Meski Mercedes memimpin klasemen, tantangan besar dipastikan datang dari Ferrari, McLaren, dan Red Bull. Juara dunia empat kali Max Verstappen juga bertekad menambah koleksi tiga kemenangan sebelumnya di Montreal.
McLaren masih menyimpan ancaman lewat Lando Norris dan Oscar Piastri. Musim lalu, Norris memenangi sprint race sebelum insiden tabrakan dengan Piastri membuat peluang podium utama mereka sirna.
Ferrari pun tetap menjadi penantang serius melalui duet Lewis Hamilton dan Charles Leclerc. Kendati demikian, bos tim Fred Vasseur sempat mengkritik perubahan aturan prosedur start yang dinilai menghapus keuntungan teknis mereka.
Menurut Vasseur, penerapan lampu biru lima detik sebelum start membuat Ferrari kehilangan momentum yang sebelumnya sangat efektif. Meski memahami alasan keselamatan, ia merasa solusi tersebut terlalu merugikan timnya.
Antusiasme publik terhadap balapan Montreal juga sangat tinggi musim ini. Panitia lokal memperkirakan rekor jumlah penonton baru akan tercipta berkat peningkatan kapasitas tribun.
Dukungan besar datang dari penggemar lokal maupun penonton dari Amerika Serikat. Stabilnya permintaan tiket dari luar negeri menegaskan status Montreal sebagai salah satu seri paling bergengsi di kalender Formula 1.
Lance Stroll menjadi satu-satunya pembalap Kanada yang tampil di hadapan publik sendiri. Sayangnya, ia dan Fernando Alonso belum terlalu optimistis karena performa mesin Honda Aston Martin masih kurang kompetitif.
Alonso bahkan memberi sinyal bahwa dirinya mungkin pensiun dari Formula 1 setelah musim ini berakhir. Keputusan final disebut akan diambil pada jeda musim panas saat rangkaian balapan Eropa berlangsung.
Akhir pekan balap di Montreal juga akan diramaikan oleh debut Formula 2 di sirkuit tersebut. Kehadiran ajang junior ini terjadi setelah seri Bahrain dan Arab Saudi dibatalkan akibat konflik perang Iran.
Semua sorotan kini tertuju pada Antonelli yang tengah menikmati momentum terbaik dalam karier mudanya. Jika kembali menang, ia bukan hanya mempertegas status calon juara dunia, tetapi juga menulis babak baru dalam sejarah motorsport Italia.