INDOSPORT.COM - Alex Márquez masih menjalani pemantauan intensif setelah mengalami kecelakaan horor pada MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Pembalap tim Gresini Racing MotoGP itu diketahui mengalami retak tulang leher dan patah tulang selangka usai insiden keras yang memaksa balapan dihentikan sementara dengan bendera merah.
Insiden mengerikan tersebut terjadi saat balapan memasuki lap ke-12 ketika Alex Márquez sedang memburu pimpinan lomba, Pedro Acosta. Motor KTM milik Acosta tiba-tiba kehilangan tenaga di lintasan lurus antara Tikungan 9 dan 10, sehingga Márquez yang melaju tepat di belakangnya tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar.
Benturan keras membuat motor Ducati milik Alex Márquez hancur berkeping-keping dan terpental ke area gravel dengan kecepatan tinggi. Pembalap asal Spanyol itu juga terlempar cukup jauh sebelum akhirnya mendapat penanganan medis di pinggir lintasan dan langsung dilarikan ke rumah sakit di Barcelona.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Alex Márquez mengalami retak kecil pada ruas tulang leher C7 serta patah tulang selangka kanan. Tim Gresini memastikan cedera pada bagian leher tidak memerlukan operasi darurat, namun kondisi pembalap berusia 30 tahun tersebut tetap akan terus dievaluasi dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, cedera pada tulang selangka kanan mengharuskan Alex Márquez menjalani operasi untuk pemasangan pelat penyangga. Prosedur operasi dilakukan di Hospital General de Catalunya pada hari yang sama setelah dokter memastikan kondisi pembalap berada dalam keadaan stabil dan sadar penuh.
Melalui media sosial pribadinya, Alex Márquez sempat memberikan kabar terbaru yang cukup menenangkan kepada para penggemarnya. Ia mengatakan seluruh situasi masih terkendali dan dirinya percaya berada di tangan tim medis yang tepat untuk menjalani proses pemulihan pascakecelakaan tersebut.
Kecelakaan itu menjadi salah satu insiden paling menyeramkan sepanjang musim MotoGP 2026 karena terjadi dalam kecepatan mendekati 200 kilometer per jam. Banyak pengamat menilai Alex Márquez sangat beruntung karena tidak mengalami cedera yang lebih parah setelah motornya berputar hebat dan menghantam area rumput maupun gravel.
Balapan MotoGP Catalunya sendiri berlangsung penuh drama karena sempat dihentikan dua kali akibat kecelakaan besar. Setelah insiden Alex Márquez, balapan kembali diwarnai kecelakaan hebat yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini pada restart pertama.
Johann Zarco bahkan sempat dikhawatirkan mengalami patah tulang paha setelah terjatuh keras di area gravel saat bertabrakan dengan motor Bagnaia. Namun hasil pemeriksaan medis terbaru memastikan pembalap LCR Honda tersebut hanya mengalami retak kecil pada bagian pergelangan kaki kiri serta kerusakan ligamen pada lututnya.
Di tengah kekacauan balapan, kemenangan akhirnya diraih pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio. Ia sukses finis terdepan setelah lomba dipersingkat, sekaligus memberikan kemenangan penting bagi VR46 dalam balapan yang dipenuhi kecelakaan dan drama cedera pembalap.
Cedera Alex Márquez menjadi pukulan tersendiri bagi Gresini Racing karena pembalap Spanyol itu tampil cukup kompetitif sepanjang awal musim MotoGP 2026. Sebelum kecelakaan di Catalunya, ia masih berada dalam persaingan papan atas klasemen dan beberapa kali menunjukkan performa konsisten bersama Ducati GP26 miliknya.
Situasi tersebut juga menambah daftar panjang cedera yang dialami keluarga Márquez dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, sang kakak, Marc Márquez, juga harus menepi akibat cedera patah tulang kaki setelah mengalami highside keras pada MotoGP Prancis beberapa waktu lalu.
Kini fokus utama Gresini Racing adalah memastikan proses pemulihan Alex Márquez berjalan tanpa komplikasi lanjutan, terutama pada area leher yang dianggap cukup sensitif bagi seorang pembalap MotoGP. Tim dokter disebut akan melakukan pemeriksaan lanjutan dalam beberapa hari mendatang sebelum menentukan estimasi waktu pemulihan dan peluangnya kembali membalap musim ini.