Musim MotoGP 2014 sudah semakin dekat, tapi pabrikan motor asal Italia, Ducati, belum jelas akan membalap di kelas apa. Meskipun sudah mengatakan akan masuk pada kelas Open. Namun Dorna/FIM mengisyaratkan bahwa Ducati akan masuk ke kelas Factory 2.
Ini diterangkan oleh direktur teknologi MotoGP Corrado Cecchinelli. "Ducati menginginkan untuk masuk kelas Open. Tapi hal itu membuat banyak pihak 'bereaksi,' jadi hal ini masih dalam pertimbangan. Hal ini adalah wewenang dari komisi Grand Prix," ujarnya.
Pihak Ducati menginginkan untuk masuk pada kelas Open karena adanya kelonggaran untuk mengembangkan mesin. "Kami ingin mengembangkan motor kami dan di kelas Factory kami tidak bisa berbuat seperti itu," ujar general manager Ducati, Gigi Dall'lgna.
Meskipun begitu kelas Open juga menyisakan sebuah isu di mana kabarnya ECU standar yang telah disediakan oleh Dorna telah dimodifikasi berdasar masukan dari pihak Ducati dan dirasa terlalu rumit oleh tim lain.
Kabarnya pihak Dorna/FIM telah menawarkan solusi bagi hal ini. Yaitu dengan membuka kelas Factory 2 di mana Ducati diperbolehkan menggunakan ECU dengan software terkini. Di kelas baru ini akan ada kelonggaran seperti kelas Open tetapi dengan opsi bahan bakar dan pengembangan mesin yang lebih sedikit.
Ada beberapa hal yang membedakan kelas Open yang membuat Ducati tertarik ketimbang Factory pada MotoGP 2014. Setelah melalui musim 2013 tanpa gelar dan berturut-turut tanpa kemenangan selama tiga musim terakhir, Ducati memutuskan untuk berlomba di kelas Open.
General Manager Ducati Gigi Dall'lgna mengatakan bahwa kelonggaran peraturan kelas Open yang membuat Ducati tertarik untuk mengikuti kelas ini. "Alasan terpenting adalah kebebasan yang ada pada kelas Open. Ini yang Ducati perlukan untuk mengembangkan motor di 2014" ujarnya.
Melirik dari sudut pandang Dall'lgna poin paling penting bagi Ducati adalah adanya peraturan engine freeze. Bagi Ducati berlomba dengan desain mesin motor yang tidak boleh diubah sulit untuk naik ke podium juara.
Peraturan di kelas Open adalah tiap pabrikan mendapat bahan bakar lebih banyak empat liter dibanding kelas Factory, spesifikasi ban belakang yang lebih lunak, boleh merubah spek mesin sebanyak 12 kali, boleh melakukan pengembangan mesin dan juga Electronic Control Unit (ECU) motor.