Pebalap berusia 21 tahun tersebut menceritakan kisahnya saat ia duduk di bangku sekolah dasar di SD Pangudi Luhur, Solo. Ia mengikuti lomba 17 Agustus di sekolahnya tersebut. Beberapa diantaranya adalah lomba makan kerupuk dan lomba lari.
“Seperti anak-anak yang lain, sewaktu saya sekolah di SD Pangudi Luhur, Solo saya ikut beberapa lomba sepeti lomba makan kerupuk dan lomba lari. Saat itu saya menang lomba lari,” kenang Rio.
Seiring berjalannya waktu, Rio telah memiliki cara lain untuk merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Saat ini Rio Haryanto yang tengah berada di Belgia untuk fokus mempersiapkan diri dan mengikuti racing di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia pada 22-24 Agustus 2014.
Ia merayakan hari kemerdekaan di luar Indonesia untuk berjuang mengharumkan nama bangsa di dunia internasional khususnya otomotif.
“Saya senang dapat membawa dan mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Di empat race terakhir semoga saya bisa memberikan yang terbaik,” harap Rio Haryanto.