Schumacher meninggalkan Rumah Sakit CHUV Lausanne, 9 September 2014, setelah mendapat perawatan intensif selama delapan bulan lebih. Bekas pebalap Ferrari, Benetton dan Mercedes ini mengalami kecelakaan saat bermain ski di Pegunungan Alpen, Prancis, 29 Desember 2013.
Begitu keluar dari CHUV Lausanne, Schumacher tetap ditangani dokter secara intensif. Tak tanggung-tanggung, pemilik tujuh gelar juara dunia F1 ini dirawat oleh 15 dokter spesialis di sebuah klinik khusus.
“Sebagian besar tim yang merawat Michael Schumacher sudah menjalani pelatihan dari spesialis kami. Kami terus memantau perkembangannya,” kata jurubicara klinik yang sengaja dibangung di mansion milik Schumacher, Kamis (18/09/14).
Keluarga Schumacher harus mengeluarkan 100.000 Poundsterling atau sekitar Rp1,9 miliar per pekan. Jumlah yang lumayan murah untuk membayar penyewaan peralatan medis dan gaji belasan dokter.
Manfred Spitzer selaku direktur medis sebuah rumah sakit spesialis otak mengatakan keberadaan keluarga dekat Schumi sangat membantu proses penyembuhan.
“Saya tidak tahu kondisi Schumacher. Tetapi bila kondisinya stabil, keberadaan keluarga di sekitarnya akan sangat membantu. Stimulasi emosional sangat penting untuk pasien yang menderita trauma otak," jelas Manfred.
Komentar Manfred merujuk pada keputusan Rolf (ayah Schumacher) yang pindah dari rumahnya di Jerman dan tinggal di mansion seharga 35 juta Pounds (sekitar Rp686 miliar) supaya dekat dengan Schumacher.
Sebelumnya Rolf, Schumacher selalu mendapat sentuhan kasih sayang dari istrinya Corinna. Dua anak Schumacher, yaitu Mick (15) dan Gina-Maria (17) selalu menghabiskan waktu berjam-jam di sisi Schumacher.