Lewis Hamilton unggul tiga poin atas rekan setim Mercedes, Nico Rosberg, dalam klasemen pebalap F1 musim ini. Posisi puncak itu adalah yang pertama bagi Hamilton dalam empat bulan terakhir. Dia pun berpeluang besar merebut trofi kampiun Juara Dunia F1 2014, menyusul kemenangannya di Singapura pada Minggu kemarin.
"Saya tak begitu memikirkan hal tersebut (menjadi Juara Dunia F1 2014). Saya merasa masih memburunya, mendekatinya," tegas pebalap Inggris berusia 29 tahun itu.
Ini adalah kali ketiga bagi Hamilton mendekati gelar Juara Dunia F1 musim ini. Namun, kemenangan di Singapura membuat dia sangat berpeluang menjadi yang terbaik tahun ini.
"Saya duduk di sini dengan merasa lega, karena sepanjang tahun saya harus memangkas jarak poin dan saya mesti mengejar dan kemudian semuanya menjauh lagi. Saya tahu apa saja bisa terjadi," tegas Hamilton di laman BBC.
Dia mengaku, apa yang terjadi di Singapura dia sebut sebagai "bonus" atas keunggulan tiga poin terhadap Nico Rosberg yang gagal menyelesaikan lomba.
"Sebelumnya saya merasa Nico akan melaju cepat dan tampil konsisten, kalau saya mendapatkan setidaknya tujuh poin (beda antara juara dan runner-up balapan) dan terus menguntit. Ternyata, mendapatkan 25 poin sedikit mengubah banyak hal. Dalam pikiran, saya masih menginginkan (beda) tujuh poin pada balapan selanjutnya dan itu yang tertanam dalam benak saya," tutur Lewis Hamilton.
Singapura adalah seri F1 kedua secara beruntun, di mana Hamilton berhasil mendapatkan posisi podium. Namun, dia menolak kemenangan di Negeri Singa adalah momentum juara bagi dirinya.
"Mungkin ini adalah permulaan. Tapi, momentum (juara) bukanlah yang ada dalam pikiran saya karena itu dapat hilang sewaktu-waktu," tandas Hamilton. "Lihat Nico, hasil-hasil dia yang bagus, dan momentum (juara) datang sana, tapi karena satu kali gagal finish dan semuanya berubah. Anda tak tahu apa yang akan terjadi."
"Saya senang telah kembali ke performa terbaik, mendapatkan beberapa posisi podium, dan tampil maksimal dalam beberapa balapan," lanjut dia. "Saya ingin pastikan dalam lima balapan ke depan, kalau saya memang tak dapat membalap lebih baik lagi seumur hidup saya, lima balapan berikutnya saya akan jadi target saya."