Nico Rosberg gagal menyentuh garis akhir pada GP F1 Singapura 2014, Minggu kemarin. Kerusakan pada sistem elektrik membuat pebalap Mercedes itu berlomba tanpa fungsi setir maksimal dan dia pun berhenti setelah pit-stop pertama. Itu adalah kegagalan finish kedua Rosberg pada musim ini.
Rekan setim Rosberg, Lewis Hamilton, akhirnya sukses menjadi kampiun. Sebelum lomba, Hamilton defisit 22 poin dari Rosberg, namun menjadi unggul tiga angka dan mengambil posisi puncak pebalap dari Rosberg.
Bos tim Mercedes, Toto Wolff, mengaku masalah keandalan mesin masih terus berlanjut. itu yang jadi keprihatinan tim F1 dari Jerman itu, sementara musim ini tinggal lima seri lagi.
"Kami punya tim andal, sebuah kelompok yang berdedikasi secara kualitas dan, berdasarkan hal itu, (kinerja) mereka makin luar biasa dengan adanya masalah tersebut," tutur Wolff yang dilansir Crashnet. "Saya pikir seluruh anggota tim perlu kembali mengatasi masalah agar persoalan gagal finish (DNF) itu selesai. Tentu saja, problem itu (gagal finish) tak bisa diterima."
Wolff juga mengakui, insiden itu mengubah situasi dalam kejuaraan F1 musim ini. Kondisi itu makin menekan Mercedes untuk segera menyelesaikan persoalan itu agar tak muncul di kemudian hari.
"(Perbedaan tiga poin Hamilton dan Rosberg) membuat situasi bertambah buruk," lanjut Wolff. "Anda tak butuh re-evaluasi karena kedua pebalap mengantongi jumlah poin yang sama, keduanya berpeluang menjadi juara dunia, jadi konsekuensinya adalah membuat semua sangat seimbang dan senetral mungkin."
"Kalau memang kami bisa melakukan lebih banyak lagi untuk menyelesaikan permasalah keandalan mesin, kami akan lakukan itu. Saya akan turun tangan untuk menghentikan masalah ketakandalan mesin," tandas Toto Wolff.