Pebalap Prancis berusia 25 tahun itu cedera parah di bagian kepala, menyusul insiden tabrakan dengan kendaraan penyelenggara di Sirkuit Suzuka Jepang.
"Situasinya memang sulit. Setiap kali ada telepon, pikiran saya langsung beranggapan pasti ini dari rumah sakit, mengabarkan bahwa Jules meninggal," kata Philippe, ayah Jules Bianchi seperti dilansir dari La Gazzetta dello Sport.
Ia sangat yakin jika anaknya takkan menyerah atas apa yang ia alami. “Saya tahu ia bisa mendengarkan saya. Dan saya tahu ia takkan menyerah,” tegas ia.
Menurut Philippe, selamatnya Bianchi dari kecelakaan adalah suatu keajaiban, sebab kecelakaan tersebut cukup parah.
Pebalap tim Marussia, Jules Bianchi, mengalami nasib tragis pada F1 Grand Prix Jepang 2014, usai mengalami kecelekaan hebat. Didiagnosis menderita cedera serius di kepala, pebalap asal Prancis tersebut harus naik meja operasi.
Semua berawal dari lap 42, ketika pembalap Sauber, Adrian Sutil kehilangan kontrol saat hendak berbelok pada tikungan 7. Mobil sutil kemudian berputar hingga akhirnya keluar lintasan dan menabrak dinding ban. Para Marshal lalu mengibarkan bendera kuning.