Hal itu diutarakan sendiri oleh kepala tim Christian Horner. "Mobil ini belum siap," ungkapnya sebagaimana dikutip Crash.net.
Ia melanjutkan perakitan musim ini adalah yang terpendek dalam sepuluh musim terakhir. Meski sulit membayangkan hal itu, namun ia memastikan mobil tersebut akan selesai sebelum hari Minggu saat pengujian pertama di sirkuit Jerez, Spanyol.
Musim ini tim tersebut mematok target untuk kembali merebut mahkota F1 setelah lepas tahun lalu ke tangah Mercedes.
Meski terkesan tergesa-gesa Horner yakin Red Bull mampu menghindari terjadi pengulangan bencana seperti tes pumbukaan tahun lalu.
"Yang satu ini tidak bisa lebih buruk daripada itu. Saya pikir kami berhasil empat lap selama empat hari dan mobil akan berhenti atau terbakar. Saya pikir itu sudah-sudah jauh lebih positif pada musim dingin ini dibandingkan tahun lalu”, lanjutnya.
Red Bull menatap musim ini dengan rasa optimis menyusul terjadinya pembaharuan line-up pebalap dimana Daniel Ricciardo menggantikan posisi Sebastian Vettel sebagai pemimpin tim dan Daniil Kvyat yang hijrah dari Toro Rosso.
Selain itu, Red Bull dan Toro Rosso akan Menjadi satu-satunya fokus pemasok mesin Renault. Horner mengatakan perusahaan Perancis itu sedang sibuk mengejar proses pembanguna sedang sibuk untuk secara agresif mengejar proses pembangunan untuk membangun unit daya hibrida hingga kecepatan.