Musim ini adalah musim kedua Kimi Raikkonen bersama Ferrari setelah comeback pada 2014. Sebelumnya pebalap berjuluk Iceman itu membesut mobil Ferrari pada Formula 1 musim 2007 hingga 2009, di mana pada tahun pertamanya tersebut dia langsung meraih gelar juara dunia.
Namun ketika comeback pada 2014, langkah Raikkonen bersama Ferrari tidak semulus pada 2007. Musim lalu Raikkonen hanya mampu finish di posisi ke-12 klasemen pebalap dengan perolehan 55 poin. Bahkan dia sama sekali gagal naik podium.
Berdasarkan catatan tersebut, Maurizio Arrivabene, yang menggantikan posisi Marco Mattiacci pada November 2014, memiliki pendekatan berbeda untuk mengeluarkan bakat Raikkonen yang sesungguhnya. Menurutnya Raikkonen adalah pria sensitif, yang harus mendapat perhatian lebih.
Setelah mendapat perhatian lebih, terbukti Raikkonen langsung gemilang. Mulai musim ini, mantan pebalap McLaren terus mencatat peningkatan dan puncaknya di GP Bahrain dia finish kedua, sedangkan rekan setimnya Sebastian Vettel, finish kelima.

"Ada satu cara menangani Seb dan Kimi dengan cara yang lain, mereka memiliki karakter yang berbeda. Seb adalah jenis orang yang kuat, sangat berkomitmen, sedangkan Kimi perlu merasakan dukungan dari tim di sekelilingnya, dan terutama dukungan dari kepala tim," ujar Arrivabene seperti dikutip dari Crash.
"Di Malaysia, saya berbicara dengan dia setelah berlatih, saya berkata 'Kimi, jika Anda tidak bisa berbuat apa-apa, saya akan bereaksi'. Kimi menyukai hubungan semacam ini, di mana Anda berbicara langsung ke wajahnya. Dia disebut 'The Iceman', tapi sebenarnya ada bagian dari Iceman adalah seorang pria yang membutuhkan Anda untuk bukan memijat karena dia cukup kuat, tapi sangat sensitif."
"Jika dia merasa bahwa tim ini di sekelilingnya dan mendukung dia seperti dukungan kepada Seb, Kimi dapat memberikan hasil yang sangat baik. Kabar baru di Ferrari adalah sekarang kami memiliki tim, tapi juga memiliki dua pebalap. Dua pebalap yang sangat hebat," tutup Arrivabene.