Pebalap dari tim Astra Honda Racing Team (AHRT) yang turun di nomor SuperSport 600 cc itu pun sukses menjalani operasi cangkok di bagian kaki kirinya pada tanggal 11 Juli lalu.
Operasi tersebut merupakan lanjutan dari operasi-operasi sebelumnya yang membuatnya pulih lebih cepat. Bahkan, sebelum hari Raya Idul Fitri, pebalap asal Cibinong ini sudah bisa pulang dari rumah sakit Medistra, Jakarta, yang merupakan tempat Fadli dirawat selama sebulan pascakecelakaan.
“Saya bersyukur karena dipastikan sebelum lebaran, saya sudah bisa pulang. Terimakasih atas doa dan suport dari para rekan-rekan sekalian yang memotivasi saya untuk pulih lebih capat dan mampu melewati masa-masa kritis saya," tutur pebalap yang kerap menggunakan bernomor start 43 itu.
Sebelumnya, Fadli di kabarkan harus mengamputasi kaki kirinya, namun lantaran RS Pertamedika Sentul Bogor Jawa Barat, yang merupakan rumah sakit pertama yang disinggahi Fadli pasca kecelakaan, memiliki teknologi Teleradiologi yang ternyata sangat membantu masa depan Fadli, sebelum dipindahkan ke rumah sakit di Jakarta untuk perawatan selanjutnya.
Teleradiologi merupakan bagian dari telemedicine, sebagai quantum leaps dalam mempercepat pembacaaan dan output analisa medis yang up to date, sehingga dapat dilakukan tindakan medis dengan cepat melalui lintas fungsional dan lintas subspesialistik. Fasilitas tersebut yang membantu Fadli terhindar dari amputasi yang meneror dirinya pasca kecelakaan.
"Teknologi baru ini benar-benar membantu Fadli karena penanganannya yang begitu cepat sehingga ia tak perlu diamputasi. Ini tentu angin segar bagi kami dan membuat kami lebih percaya diri dan tenang saat berada di lintasan balap," tutur Ketua Klub Ducati Desmo Ownewrs Club Indonesia, Iwan Nurjadin.