Dalam tulisannya di kolom pribadi sebagaimana diangkat BBC Sport pebalap asal Inggris ini mengaku seluruh tim Formula 1 masih belum lepas dari kematian Jules Bianchi pekan lalu.
“Hal ini sangat sulit bagi kita semua di Formula 1 untuk memahami besarnya kematian Jules Bianchi pekan lalu,” tuturnya.
“Banyak dari kita menghadiri pemakaman Jules di Nice pada hari Selasa, sehingga semua begitu jelas dalam pikiran kita setelah kami tiba di Hungaria akhir pekan ini untuk balapan terakhir sebelum istirahat musim panas,” lanjutnya.
Kematian Jules semakin menambah daftar ingatan pebalap 30 tahun itu terkait para pebalap yang harus menemui takdirnya secara tragis.
“Dalam hidup saya, kematian tiga pebalap memiliki dampak besar pada saya. Yang pertama adalah Ayrton Senna pada tahun 1994, ketika saya berumur sembilan tahun. Kemudian pada tahun itu saya melihat seorang anak yang bernama Daniel Spence mati di karting. Dan sekarang Jules,” akunya.
Meski demikian menghadapi putaran GP Hungaria ini, Hamilton mengaku tidak takut dan akan memainkan peran seperti biasanya.
“Saya tidak takut. Saya hanya akan masuk dan mengemudi seperti yang selalu saya lakukan - Anda tidak bisa membiarkan hal-hal seperti itu mempengaruhi Anda. Dan itu akan membuat perbedaan untuk fokus dan komitmen,” akunya.
Sebagaimana diketahui Bianchi yang merupakan pebalap F1 asal Prancis menghembuskan nafas terakhir di Nice, Prancis Selatan setelah sembilan bulan mengalami koma akibat cedera kepala yang dialami pasca kecelakaan di Grand Prix Jepang tahun 2014.