Misterius, Makam Legenda Juara F1 Dibongkar

Selasa, 11 Agustus 2015 20:33 WIB
Penulis: Sangka Wentar Pujaningrat | Editor: Joko Sedayu
 Copyright:

Hakim memerintahkan pembongkaran makam Juan Manuel Fangio untuk mengambil sampel DNA dari pebalap yang wafat pada tahun 1995, dalam usia 84 tahun itu. DNA tersebut nantinya akan digunakan untuk menyelesaikan isu atas pernyataan dua orang yang mengaku sebagai anak kandung Fangio.

Fangio tidak pernah menikah, tapi dia memiliki hubungan spesial dengan Andrea Berruet, yang dikabarkan berpisah pada 1960. Mereka memiliki seorang putra bernama Oscar Cacho Espinosa, yang baru diketahui oleh publik pada 2000, di mana pada saat itu Fangio sudah wafat.

Paternity claims: The body of the late Formula 1 legend Juan Manuel Fangio has been exhumed in a bid to finally resolve paternity cases brought by two men in their seventies claiming to be the racing driver's sons. Above, one of the two men, Ruben Vazquez (center) watches as Fangio's remains are exhumed on Friday

Removed: Vazquez looks on as the remains of Fangio - who never married and did not recognize having any children before his death in 1995 - are removed from the family crypt in the town of Balcarce, Argentina

DNA testing: On an Argentine judge's orders, Fangio's remains were taken to a local morgue for the extraction of DNA samples. The results are expected to be known in one to two months, it is reported

Namun, 15 tahun berselang, tiba-tiba muncul seseorang bernama Ruben Vazquez, yang juga mengaku sebagai anak dari Fangio. Akhirnya, hakim Pengadilan Tinggi di Argentina memtuskan membongkar makam Fangio untuk mengetahui siapa anak asli dari pebalap yang dulu memperkuat tim Alfa Romeo, Maserati, Mercedes, dan Ferrari itu.

Akan tetapi, Vazquez menjelaskan bahwa tuntutannya untuk diakui sebagai anak Fangio bukan masalah warisan atau publisitas. Seperti yang diketahui, ketika menginggal Fangio meninggalkan warisan sebuah yayasan dan museum atas namanya.

"Aku hanya ingin diakui dengan nama belakang Fangio." ujar Vazquez kepada BBC.

Semasa hidup dulu, Fangio ternyata memiliki hubungan dengan banyak wanita. Mungkin, dari hubungan dengan para wanita tersebut, Fangio memiliki keturunan yang tidak terungkap pada saat itu.

"Dia sangat populer di kalangan wanita. Dia tidak terlalu tampan. Dia memiliki julukan, 'El Chuecho', yang berarti kaki bengkok, tapi dia memiliki cara untuk mendapatkan wanita," ungkap Gerald Donaldson penulis motorsport dan buku 'Fangio, The Life Behind The Legend' seperti dikutip dari Daily Mail.

Standin guard: The exhumation, ordered by Judge Rodrigo Cataldo, was carried out in the presence of officials of the Juan Manuel Fangio Foundation at the cemetery (above) in Balcarce, Argentina, on Friday

11