Marquez Mulai Lupakan Gelar Juara Dunia

Selasa, 1 September 2015 03:05 WIB
Editor: Ramadhan
 Copyright:

Marc Marquez sempat membayangi Valentino Rossi pada seri balapan MotoGP Inggris. Bertarung di bawah guyuran hujan di sikruit Silverstone, Marquez terus menempel ketat Rossi yang berada di posisi terdepan kala itu.

Namun, petakan justru menghampiri Marquez yang sebenarnya berpeluang untuk naik podium di MotoGP Inggris. Marquez terjatuh dan tak bisa melanjutkan balapan.

Kala itu, di awal putaran ke-13, Marquez yang memasuki awal tikungan kehilangan kendali dan membuat motornya hilang keseimbangan hingga akhirnya tersungkur. Marquez pun gagal naik podium di Silverstone.

Akibat kegagalan itu, Marquez pun mulai melupakan impiannya untuk kembali menyabet gelar juara dunia. Marquez kini tertinggal 77 angka dari sang pemuncak klasemen sementara, Rossi dengan 6 balapan tersisa.

Meski masih berpeluang mengejar perolehan poin Rossi, Marquez tampaknya lebih berpikiran pragmatis dan hanya ingin menyelesaikan balapan di posisi terbaik.

“Kami kehilangan pilihan untuk kejuaraan ini, tapi kami akan mencoba untuk memenangkan balapan sebanyak mungkin dari sini sampai akhir musim,” kata Marquez seperti dilansir crash.net.

“Tidak ada lagi pikiran pada kejuaraan. Saya akan mencoba untuk menang, tapi ketika itu tidak mungkin saya akan mencoba finis di tempat kedua dan naik podium. Saya tidak akan mengubah level saya karena saya sudah mengambil banyak resiko,” jelasnya.

“Dalam balapan, saya merasa baik dan saya mencoba untuk mengikuti Valentino dan saya sempat bisa melakukannya,” ujarnya.

“Di beberapa bagian saya lebih cepat tetapi dalam hal lain saya merasakan karakter motor yakni terasa melayang di bagian belakang yang juga pernah kami alami di awal musim,” tambahnya.

“Di bawah hujan, saya merasa hal itu sangat sulit untuk dikendalikan selama balapan. Saya coba untuk mengendalikannya tapi pada akhirnya saat berada di belakang Valentino, saat saya tiba di akhir jalur lurus, saya mengerem dan kehilangan kendali di bagian belakang, ban belakang terkunci. Saat saya mencoba berusaha menghindari jatuh, saya sudah terbang saya terbang di udara,” tuntasnya.

40