Kejadian yang terjadi di sirkuit Sepang, Malaysia antara Valentino Rossi dan Marc Marquez masih menjadi sebuah perdebatan yang sengit. Kedua pembalap sama-sama mengeluarkan pernyataan yang membenarkan diri mereka dan menyalahkan yang lain.
Kedua tim yang mereka bela pun sama-sama mengeluarkan pernyataan. Sebelumnya Yamaha telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan hukuman yang diberikan pada Rossi sangat kejam dan meminta pengkajian ulang. Kali ini Repsol Honda juga mengeluarkan pernyataan atas kejadian tersebut.
"Kami dari Repsol sangat sedih karena kejadian di sirkuit Sepang bisa terjadi, terutama karena kami merasa bangga dengan nilai-nilai penting dari olahraga, yaitu: persahabatan, semangat kompetitif, dan komitmen dari semua pembalap yang berpartisipasi. Tanpa ketiga nilai itu, kami mungkin akan terlihat bodoh untuk menjadi sponsor suatu event olahraga," ungkap manajemen Repsol seperti dilansir Crash.
Meski Rossi telah dihukum dengan start di posisi akhir pada seri GP Valencia, Repsol masih merasa tak puasa dan meminta hukuman yang telah diterima pembalap asal Italia itu ditambah.
"Kami meminta penegakan peraturan yang jelas dan tegas demi kepentingan kemanan setiap pembalap. Perilaku seperti yang kita lihat di Sepang jelas harus mendapat hukuman."
Dalam insiden yang melibatkan Rossi dan Marquez, The Doctor menerima hukuman 3 poin penalti setelah sebelumnya sang pembalap tersebut sudah mengoleksi 1 poin penalti.
Maka, jika merujuk aturan, Rossi telah mengoleksi 4 poin penalti dan harus memulai balapan di GP Valnecia berikutnya pada posisi akhir tanpa ada pengurangan poin pada balapan.
Setelah menerima hukuman tersebut, pembalap 36 tahun itu pun telah mengancam untuk tidak tampil di seri balapan terakhir 2015. Hal tersebut lantaran mustahilnya untuk menyelesaikan balapan di depan Jorge Lorenzo denga situasi itu.