Race Director memutuskan menghukum Valentino Rossi karena dinilai sengaja mengendarai motornya melebar ke sisi luar lintasan dan bersentuhan dengan motor Marc Marquez hingga terjatuh.
Akibatnya, pebalap asal Italia itu harus dihukum tiga poin penalti yang memaksa dia untuk memulai dari grid belakang pada balapan terakhir di MotoGP Valencia.
Namun Rossi tidak puas dengan hukuman tersebut dan mengajukan banding ke Pengadilan Abitrase Olahraga (CAS). Sayang, banding pebalap 36 tahun itu ditolak.
"Pengadilan Abitrase Olahraga (CAS) telah menolak permintaan Valentino Rossi untuk membatalkan eksekusi putusan yang dikeluarkan oleh (Federasi Motor Internasional) pada tanggal 25 Oktober 2015," demikian pernyataan CAS di Lausanne kepada AFP seperti dikutip dari Antara.
Tindakan legenda di dunia balap motor tersebut telah memicu kemarahan di Spanyol sebagai negara asal Marquez. Namun Rossi membantah telah menendang Marquez, sebaliknya dia mengklaim dialah korban dari komplotan Spanyol.
Honda bersikeras bahwa tendangan Rossi disengaja, berdasarkan data teknikal yang membuktikan bahwa Rossi menendang motor Marquez.