Sentul memang belum dipastikan menggelar salah satu seri tersebut, setelah Palembang juga menyatakan diri siap untuk menjadi penyelenggara gelaran balap motor terbesar di dunia tersebut.
Terkait hal itu, pengelola Sirkuit Sentul, Tinton Soeprapto mengatakan bahwa pihaknya saat ini akan memulai pembongkaran Sirkuit yang akan dilakukan pada bulan Desember 2015 besok. Hal itu dilakukan demi memastikan bahwa Sentul siap menggelar MotoGP 2017 nanti.
Menurut Tinton, dengan dilakukannya pembongkaran pada awal bulan Desember besok, renovasi sirkuit dapat rampung pada bulan Desember 2016. Tapi, kalaupun mundur itu hanya akan selisih 2 sampai 3 bulan saja dari jadwal yang sudah ditargetkan.
“Dimulai (renovasi) awal bulan Desember, dengan target selesai Desember 2016, semua renovasi sudah selesai 100 persen,” jelas Tinton mengomentari persiapan Sentul.
“Andaikata mundur, itu karena cuaca yang tidak mendukung, karena Bogor seperti yang kita tahu merupakan lokasi dengan curah hujan tinggi. Yang jelas awal 2017 Sentul sudah bisa digunakan,” tambahnya.
Terkait hal ini, pihak Pemerintah melalui Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menjelaskan bahwa memang tidak menutup kemungkinan bahwa Sirkuit Sentul mendapat dukungan teknis dari kementerian terkait, sepanjang itu tidak bertabrakan dengan peraturan perundangan yang ada, dan sepanjang itu tersedia.
“Yang pasti kami akan terus mencari jalan yang memungkinkan bagaimana pemerintah bisa membantu dalam bentuk income. Dimana seluruh persyaratan yang diminta berdasarkan FIM harus dipenuhi, supaya MotoGP tetap terselenggara di sini (Indonesia),” ungkap salah satu anggota Wantimpres, Suharso Monoarfa.
“Tapi kami belum finalisasi, sedang diproses dan dipikirkan jalan terbaik untuk itu,” tutupnya.