Di 2017 nanti, Indonesia berkeinginan untuk bisa jadi tuan rumah ajang MotoGP. Ini jadi langkah maju sejak 18 tahun lalu menyelenggarakan event MotoGP yang dihadiri Valentino Rossi muda.
Namun ada kendala yang cukup sulit untuk Indonesia kembali jadi tuan rumah MotoGP, yakni masalah dana.
Pengelola Sirkuit Sentul --yang berencana mengajukan sirkuitnya sebagai arena balapan tersebut--, Tinton Soeprapto, mengatakan dibutuhkan total dana sebesar Rp 200 miliar untuk bisa menggelar MotoGP.
Sayangnya, hingga saat ini pemerintah baru bisa mengeluarkan dana Rp 5 miliar sebagai dana bantuan, sementara sisanya masih perlu dicari lagi,
"Kalau kata Menpora (Imam Nahrawi), uang Rp 5 miliar itu ibaratnya uang lamaran, uang ongkos buka pintu untuk yang lain," kata Tinton.
Indonesia memang serius untuk ajukan diri sebagai tuan rumah MotoGP pasalnya Indonesia sudah menandatanganani Letter of Intent (LOI) oleh Kemenpora. Nantinya, LOI itu akan disampaikan ke sidang federasi balap motor dunia (FIM).