Bahkan Tinton optimis dalam waktu sekitar 10 hari, topografi Sirkuit Sentul akan segera rampung. Setelah selesai nanti, design tersebut akan diserahkan kepada Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) untuk disetujui.
“Topografi yang saya bikin sekarang ini kira-kira 10 hari saya kirim, nanti design dibawa ke FIM dan kalau sudah di approve baru kita kasih Dorna,"jelas Tinton di Sirkuit Sentul, Bogor.
"Topografi itu nanti fungsinya untuk mengetahui jenjang, batas-batas tanahnya Tinton itu yang mana saja, nanti di kasih ke Dorna. Gambarannya sudah ada sama Dorna, itu biar lebih akurat saja. Jangan sampai kemiringan 5 derajat jadi 10 derajat, nanti kayak tong setan,” lanjutnya.
Menurutnya, ia menyerahkan pengerjaan design sentul pada Hermann Tilke, seorang designer Sirkuit asal Jerman. Setelah blue print untuk Sirkuit selesai, pihak Sentul akan memberikan satu juta dollar untuk fee pengerjaan. Setelah design tersebut disetujui oleh Dorna, pihak Sentul kemudian memberikan pembayaran kepada Dorna sebesar 7 juta dollar.
"Tapi yang bayar 7 juta itu Menteri Pariwisata, semua sudah tertulis,” sambung Tinton.
Secara total Indonesia harus menggelontorkan dana sekitar Rp 300 Miliar rupiah. Selain itu, Tinton juga menjelaskan bahwa setelah Keputusan Presiden (Kepres) keluar, nantinya akan dibuat tim kecil yang nantinya dipimpin oleh Menpora Imam Nahrawi.