Ali Adrian, Harapan Indonesia di MotoGP

Rabu, 20 Januari 2016 16:47 WIB
Editor: Irfan Fikri
© kemenpora
 Copyright: © kemenpora

Indonesia tak ingin sebatas jadi penonton saat menjadi tuan rumah MotoGP 2017. Pemerintah siap memberi dukungan agar pebalap motor Ali Adrian dapat mengumandangkan lagu Indonesia Raya di ajang bergengsi tersebut. 

“Ali ini sama dengan Rio Haryanto yang akan maju ke Formula 1, ia memiliki potensi besar menjadi rider MotoGP," kata Menpora saat bertemu langsung dengan Ali Adrian yang datang bersama Sekretaris Jendral Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) Jeffrey JP, Humas Manager Dolly Lesmana dan Ayah dari Ali Adrian, Erin Rusmiputro di kantornya.

Menpora menegaskan, pemerintah dalam hal ini Kemenpora tetap mendukung dan mensupport para pemudanya untuk meraih prestasi gemilang di kancah olahraga dunia.

"Yang pasti kita support dan dukung agar lagu Indonesia Raya dan Merah Putih berkibar di level internasional saya kira IMI, Pertamina harus clear juga turut membantu dalam hal ini kita harus saling bekerjasama dan mendukung," tambah Cak Imam, sapaan akrab Menpora.

Ali Adrian, pembalap kelahiran Jakarta 29 September 1993, merupakan pebalap muda yang berlaga di Eropa sejak 2012 dan saat ini fokus ke Moto2, gelaran balap motor setingkat di bawah Moto GP.

Tahun ini, ia berniat lebih fokus untuk menembus kejuaraan dunia balap motor Moto2 dan pada tahun 2017 bisa ikut berpartisipasi.

"Pemuda kita ini sangat bertalenta Pak Menteri dan semoga bisa selaras dengan program Pak Menteri tentang penyelenggaraan Moto GP di Indonesia sebagai salah satu pebalap nasional," ujar Jeffrey membuka audiensi.


Foto: Menpora Imam Nahrawi saat menerima Pembalap muda nasional Ali Adrian (kiri) di Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Rabu (20/1).

Pada tahun 2015 lalu Ali sempat naik podium di beberapa seri championship di Spanyol bersama managernya David Garcia.

"Alhamdulillah saya bersama manager David Garcia dapat berprestasi di beberapa seri di Spanyol, David waktu itu sempat juga menghadap dengan Pak Menteri, beliau adalah pemilik tiga sirkuit di Spanyol dan 6 tahun berturut-turut menjadi sirkuit terbaik di Dunia," tutur Ali.

Ali diberikan tawaran untuk bergabung pada tim Spanyol Stop and Go Racing guna masuk di gelaran bergengsi balap motor Moto 2 setingkat di bawah Moto GP dengan membawa sponsor dan dukungan dana.

"Kendala saya dari dahulu kala sama terus Pak yakni pendanaan, untuk masuk melaju ke Moto2 harus ada sponsor dengan dana 2,5 juta dolar setara dengan Rp 36 miliar," ujarnya.

39