Pemuda berdarah Jawa-Kalimantan ini sempat mendatangi kantor Kementerian Pemuda dan Oahraga (Kemenpora) untuk meminta dukungan nyata pemerintah agar dirinya dapat berkompetisi di ajang balapan Moto2. Setidaknya butuh dana 2,5 juta dollar AS atau sekitar Rp36 miliar untuk berlaga di level tersebut.
Berbincang dengan INDOSPORT, pemuda 22 tahun ini juga menceritakan awal mula dirinya dapat terjun dalam dunia balap motor. Tidak hanya itu, untuk resolusi karier tahun ini, putra dari pasangan Ina dan Erin Rusmiputro ini menatap MotoGP yang akan dilangsungkan di Indonesia.
“Awal mula terjun di dunia balap motor, waktu itu dibelikan motor 50cc oleh orang tua hanya untuk mengisi waktu, dan malah berlanjut sampai sekarang. Sedangkan untuk resolusi tahun ini, jangka dekat saya menatap MotoGP Indonesia,” jelas pebalap yang mengidolakan pebalap legendaris Benny Hidayat.

Foto: Ali Adrian (dua dari kanan) bersama timnya.
Pemuda yang pernah menjadi juara nasional kelas 250cc pada tahun 2011 ini ternyata juga menggemari olahraga tenis yang dihabiskannya kala berlibur bersama keluarga. Selain itu, diluar balap Ali lebih memfokuskan kepada latihan fisik guna mendukung performanya dalam lintasan.
“Olahraga di luar balap paling gokart dan tenis, sering dilakukan saat bersama keluarga. Tapi kalau aktifitas diluar balap paling latihan fisik, hampir setiap hari sih,” sambung pemuda yang mengaku masih jomblo ini.
Berkecimpung di dunia otomotif sejak usia muda, Ali menjelaskan bahwa dirinya tidak akan merasa jenuh, karena ia merasa senang melakukan aktifitas yang selama ini dia lakukan.
“Insya Allah tidak akan jenuh, saya senang melakukan ini dan akan terus melakukannya sampai alam yang kasih tunjuk kalau saya sudah tidak bisa melakukan (balapan lagi),” ujar pemuda yang juga pernah mengikuti full series CEV European Championship Moto2 dan beberapa Wild Card Moto2 World Championship ini.

Ali muda sudah berlaga di Eropa sejak 2012. Tahun 2015 lalu dia berlomba di FIM CEV Moto2 European Championship. Saat ini dia berjuang tembus Moto2, gelaran balap motor setingkat di bawah MotoGP, dengan harapan pada 2017 bisa ikut berpartisipasi saat MotoGP digelar di Sentul, Indonesia.
Pada tahun 2015 kemarin, Ali sempat naik podium di sejumlah seri Championship di Spanyol bersama managernya, David Garcia
Prestasi :
- 2011. Juara Nasional 250cc, Runner up 150cc.
- 2012. Runner up Losail Asia Championship.
- 2013. 10 besar European Junior Cup.
- 2014. Juara 1 kelas 600cc pada 3 series Bike Promotion Race.
- 2015. Juara 4 dan 2 kelas 600cc Andalucia Championship.