Perseteruan Rossi dan Marquez di sirkuit Sepang secara tidak langsung menjadi dampak utama gagalnya The Doctor meraih gelar juara dunia 2015. Pasalnya, setalah dianggap sengaja menjatuhkan Marquez, dia harus rela memulai balapan di posisi akhir pada balapan di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia.
Dengan hukuman yang diterima pembalap Italia itu, Lorenzo pun dengan mudah menyabet gelar juara dunia. Bahkan, banyak kabar yang berhembus jika Lorenzo dan Marquez telah bersekongkol untuk menyingkirkan Rossi.

“Jika dua rekan tim berjuang untuk sesuatu yang sama pentingnya dengan kejuaraan dunia MotoGP, itu adalah normal adanya menang, atmosfer yang sejuk dan tegang,” ujar Lorenzo dikutip Speedweek.
“Apa yang terjadi antara Márquez dan Rossi di Sepang, adalah masalah mereka. Saya tidak punya masalah dengan pembalap lain,” sambungnya.

Musim 2015 telah mengantarkan Lorenzo meraih gelar juara MotoGP yang ketiga kalinya. Hal tersebut juga membuatnya menjadi sibuk dalam berbagai program acara. Bahkan, dia kesulitan untuk berlatih dan diet demi kesiapan balapan 2016.

“Jika Anda menjadi juara dunia, Anda memiliki sekitar satu setengah bulan untuk kewajiban program acara. Anda tidak dapat berlatih dan tidak sesuai dengan rencana diet Anda,” beber Lorenzo.