Dilaporkan Crash, Indonesia sejatinya merupakan pasar utama bagi MotoGP, untuk itu CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta telah mengindikasikan bahwa Indonesia akan diberikan grand prix 2017-2021 serta memberi tenggat waktu untuk melakukan sejumlah persiapan dan pembenahan sirkut Sentul.
Sementara untuk musim 2017 Dorna juga mengisyaratkan Indonesia berpeluang mendapat satu slot untuk mengelar satu seri balapan.
Namun seperti dilaporkan Speedweek, melihat kesiapan Indonesia belakangan, khususnya dalam hal pendanaan perbaikan sirkuit dan pembenahan infrastruktur Dorna menganggap Finlandia lebih profesional dan siap.

Caption: Sirkuit Kymi Motorsport Parks, Finlandia dengan panjang lintasan sekitar 4,8 km
Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna, mengatakan, “Finlandia bekerja sangat profesional. Mereka memiliki semua rencana dan dokumen yang diminta serta pengajuannya sangat tepat waktu.”
Finlandia disebutkan telah mempersiapkan sirkuit Kymi Motorsport Parks dengan panjang lintasan sekitar 4,8 km.
Menanggapi hal tersebut, pihak Kemenpora menegaskan bahwa Indonesia sedang mempersiapkan secara serius segala persiapan untuk dapat menggelar MotoGP tersebut.

Caption: Sirkut Internasional Sentul, Indonesia
Bahkan pada tanggal 18 November 2015 lalu Dorna telah menandatangani Letter of Intent (LoI) meskipun hal tersebut tidak menjamin Indonesia pasti bisa menggelar MotoGP 2015.
“Kami berpegangan pada LOI yang sudah ditandatangani Menpora dan Carmelo. LOI itu valid hingga tanggal 30 Januari 2016 mendatang. Kami masih banyak waktu untuk penuhi administrasi dokumen yang mereka minta," ujar juru bicara Kemenpora, Gatot S Dewabroto, seperti dilansir Kompasiana.
Dokumen yang dimaksud adalah kontrak dengan Dorna dan Keputusan Presiden.