Kawasan GBK Kurang Cocok Gelar MotoGP

Kamis, 28 Januari 2016 17:31 WIB
Editor: Hendra Mujiraharja
 Copyright:

Deputi V bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto menjelaskan  walau tidak jadi berlangsung di Sirkuit Sentul, MotoGP 2017 harus tetap berlangsung di Indonesia. Terlebih, Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan hal tersebut.

The show must go on. Besok pagi jam 10:00 WIB akan berlangsung rapat tingkat menteri di kantor Kemeterian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tentang masalah MotoGP. Intinya GBK layak atau tidak, kemarin perwakilan IMI (Ikatan Motor Indonesia) mengatakan GBK itu tidak layak,” jelas Gatot di kantor Kemenpora.


Deputi V bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto

Tidak layaknya GBK untuk menggelar event MotoGP 2017 karena dilihat dari aspek keselamatan, track lurus di sekitaran GBK hanya sepanjang 900 meter. Hal tersebut dirasa sangat beresiko bagi pembalap yang memacu kuda besinya hingga 200-300 km/jam.


Deputi V bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto

“Gambaran dari IMI, (GBK) itu agak sulit. Karena panjang lintasan lurusnya 900 meter kalau di sana, dari aspek keselamatan berat banget. Tapi itu baru pandangan, struktur road map-nya juga belum dibuat. Kalau nanti ngikutin struktur jalan yang sekarang memang susah, tapi tiba-tiba kalau kemudian GBK disulap menjadi suatu kayak model Montecarlo, itu lain cerita,” sambung Gatot.

Masih menurut Gatot, Rapat besok di kantor Kemenko PMK sangat penting karena akan membahas di mana lokasi pastinya even MotoGP 2017 akan digelar.  Untuk opsi selain GBK dan Palembang sendiri, juga  akan ditentukan pada rapat besok.

239