Setelah fokus menjadi pemasok mesin beberapa tahun terakhir, Renault berhasil meraih empat gelar juara konstruktor dengan Red Bull dari 2000-2013. Nah, pada 2016, Renault kembali berkompetisi di F1 setelah membeli saham Tim Lotus.
Keputusan Renault untuk membeli Tim Lotus dan berkompetisi F1 membuat kecewa Red Bull. Terbukti, perusahaan asal Prancis tersebut gagal memberikan mesin yang tangguh kepada Red Bull pada musim lalu sehingga mereka kalah bersaing dengan Mercedes.
"Kami sudah mengamankan kontrak dan kami memiliki status yang sama. Ketika saya melihat tim Lotus saat ini, jika Renault pintar, mereka seharusnya fokus ke kami. Sebab, dengan tim dan pebalap yang ada, mereka tidak akan meraih prestasi apa-apa,” kata Marko.
Marko juga menambahkan, dirinya tidak akan melihat banyaknya perubahan di F1 tahun ini. Menurutnya, Mercedes akan melanjutkan dominasi pada kompetisi yang baru.
“Jika tidak ada perubahan, maka Mercedes akan melanjutkan superioritasnya. Regulasi saat ini sayangnya membatasi prestasi tim. Sehingga Anda tidak bisa meraih kemenangan jika dating dari belakang,” sambungnya.