Vice President Corporte Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, menyebut bahwa proposal milik Ali Adrian telah diterima. Namun pihaknya masih harus mempertimbangkan banyak hal untu menggelontorkan dana bagi Ali.
“Saya belum cek proposalnya, kan harus melihat potensi atlet tersebut secara jangka panjang, harus tahu potensi ke depannya. Kalau Rio kan kita memang sudah bekerja sama sejak 2010, kami juga harus liat atlet yang kami sponsori itu cocok atau tidak dengan brand kami,” ujar Wienda saat dihubungi INDOSPORT.

Pihak Pertamina masih mempelajari proposal membantu Ali Adrian di Moto2.
Menurut wanita yang juga mantan presenter berita itu, pihak Pertamina tak hanya fokus untuk mendukung satu cabang olahraga saja. Untuk cabang Motosport, Rio diakui telah mewakili Indonesia untuk ajang internasional.
“Kami kan tidak hanya fokus di satu cnang olahraga saja, kami juga fokus ke lainnya seperti bulutangkis hingga dayung yang telah masuk SEA Games, Rio sudah jadi wakil untuk cabang Motorsport saat ini,” tambah wanita 38 tahun tersebut.
Wieanda juga menyebut saat ini belum ada komunikasi dengan pihak Kemenpora untuk bekerja sama memberi bantuan bagi Ali Adrian demi berlaga di ajang MotoGP.
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi telah bertemu Ali Adrian dan mengatakan bahwa Ali Adrian sudah diproyeksi agar bisa turun di ajang MotoGP 2017.
"Ali ini sama dengan Rio Haryanto (pembalap Formula-1). Dia (Ali) punya potensi besar menjadi rider di MotoGP," kata Imam Nahrawi.

Ali Adrian berniat mengikuti seluruh serie Moto2 musim ini.