Sejak awal format kualifikasi baru Formula 1 (F1) musim ini telah mendapat sorotan. Namun pengelola F1 tetap menggunakan sistem kualifikasi ini dalam seri pertama F1 musim ini di GP Australia.
Sejumlah kalangan memprotes keras soal sistem baru ini. Para pembalap,ofisial tim, serta para pecinta F1 menganggap sistem baru membuat jalannya kualifikasi menjadi tidak seru.

Sejumlah penggemar F1 mengkritik formar baru kualifikasi Formula 1.
Bahkan, peraih tiga start terdepan di GP Australia merasa sistem kualifikasi tahun ini membosankan. Para pembalap hanya mendapat sedikit kesempatan untuk meraih posisi terdepan.
Bahkan juara dunia dan peraih start terdepan GP Australia, Lewis Hamilton sistem kualifikasi baru ini tidak menyenangkan.
"Sejak awal kami sudah berkata bahwa hal ini adalah sesuatu yang tidak benar," ucap Hamilton seperti dikutip Inautonews.
Hal senada juga disampaikan oleh bos Mercedes, Toto Wolff. Bos Hamilton ini menyebut bahwa sistem baru ini sangat tidak layak.
"Saya akan menjadi orang pertama yang berani mengatakan di depan televisi tentang hal ini (format baru kualifikasi) adalah seperti sampah," ujar Wolff.
Bos tim Red Bull, Christian Horner juga meminta maaf kepada seluruh penggemar F1 karena hal ini. Ia menganggap gelaran F1 tidak lagi menghibur mereka.
"Hal penting yang harus kita lakukan adalah berpikir kembali untuk mengubah sistem ini," jelas Horner.
Para penggemar F1 juga banyak berkomentar di sosial media soal sistem baru kualifikasi ini. Mereka menganggap sistem baru ini aneh dan membosankan.