Pedrosa mengaku kurang begitu gembira dengan hasil yang dicapainya pada seri perdana MotoGP 2016 di Qatar pekan lalu setelah hanya berhasil finis di urutan kelima dan mengantongi poin 11.
Ia menilai kinerja motor tunggangannya RC213V belum begitu maksimal hingga membuatnya kesulitan untuk mendapatkan kecepatan terbaik.
Pembalap 30 tahun itu bahkan tidak mengira bisa finis di urutan kelima dengan performa mesin yang dianggapnya kurang maksimal itu.

Dani Pedrosa saat berusaha menggeber motor tunggangannya di Sirkuit Losail, Qatar.
“Saya pikir akan berakhir lebih buruk karena kecepatan dan waktu putaran saat musim dingin cukup buruk. Sama halnya ketika sesi latihan, beruntung hasilnya jauh lebih baik ketimbang saat tes,” ungkap Pedrosa, seperti dilansir Eurosport.
Pedrosa berharap pada timnya bisa melakukan banyak perubahan pada mesin tunggangannya agar ia bisa mendapat kecepatan maksimal untuk bisa menang.
“Saya tahu kecepatan ini tidak bisa memenangkan saya balapan. Kami harus mengubah sesuatu pada motor agar saya bisa lebih cepat di trek, sekitaran tikungan untuk seri selanjutnya,” jelasnya.
Performa Pedrosa bersama Repsol Honda pada awal tes pramusim memang kurang memuaskan. Faktor ban dan elektronik menjadi kendala utama yang menyebabkannya gagal tampil maksimal.