GP F1 China

Perbedaan Hasil Strategi Manor, Pascal Sukses dan Rio Haryanto Gagal

Senin, 18 April 2016 16:10 WIB
Editor: Ramadhan
 Copyright:

Strategi pilihan ban menjadi faktor terbesar Tim Manor Racing yang berpengaruh kepada performa kedua pembalapnya, Rio Haryanto dan Pascal Wehrlein. Strategi ban supersoft yang akhirnya diterapkan Manor hanya berhasil meningkatkan performa Pascal sementara untuk pembalap kebanggaan Indonesia, strategi tersebut justru gagal.

Di Sirkuit Internasional Shanghai yang sangat panas tersebut, Pascal bahkan sempat merangsek ke posisi 4 sementara Rio ada di posisi 8. Namun, kondisi tersebut tak bertahan lama. Sepanjang 56 lap, dua pembalap Manor melakukan 6 kali pit stop untuk melancarkan strategi pilihan ban.

“Kedua pembalap kami melakukan pekerjaan yang sangat baik hari ini dan berhasil mengeluarkan potensi terbaik dari mobil,” kata Direktur Racing Director Tim Manor Racing, Dave Ryan seperti dilandir dari website Manor Racing.

“Pada lap pembuka terlihat beberapa kesempatan sehingga bagus saat melihat Pascal sempat merangsek naik ke posisi 4 dan Rio berada di posisi 8,” tambahnya.


Rekan setim Rio Haryanto di Tim Manor Racing, Pascal Wehrlein

Seperti dilansir dari website resmi Manor Racing, Dave Ryan melihat bahwa keputusan untuk mengganti ban tak lepas dari situasi pembalap di depan Pascal, Kevin Magnussen (posisi ke-17) yang ban mobilnya sudah mulai aus jelang akhir balapan.

Manor akhirnya menginstruksikan dua pembalapnya untuk masuk pit stop saat memasuki lap ke-44 dan mengganti ban mobil keduanya dengan kompon supersoft. Langkah tersebut diambil agar mobil keduanya bisa melaju lebih cepat meski resikonya adalah ban akan cepat aus.


Rio Haryanto saat menjajal Sirkuit Internasional Shanghai di sesi latihan bebas Grand Prix China

“Situasi tersebut akhirnya berubah meskipun Pascal masih sempat bertahan di posisi top 10 selama beberapa lap dan berjuang keras untuk tetap menjaga jarak dengan pembalap lainnya hingga menyentuh garis finish,” ujarnya.

“Tugas terakhir Pascal adalah berusaha menyalip pembalap Renault, Kevin Magnussen, yang menggunakan kompon ban old soft tyres. Jadi kami memilih mengganti ke tipe supersofts yang akhirnya membuat Pascal berhasil memperpendek jarak dengan Magnussen dari 10 detik menjadi 3,8 detik,” jelasnya.

“Sementara Rio tak berhasil memperpendek jarak dengan Nasr, sehingga strategi untuk Rio berubah yakni menjaga posisi agar tetap berada di depan dan tak disalip pembalap Renault, Jolyon Palmer. Dan tugas tersebut dijalankan Rio dengan cukup mudah,” tandasnya.


Rio Haryanto saat berada di Sirkuit Internasional Shanghai Grand Prix China bersama Tim Manor Racing

“Singkatnya, hasil hari ini jauh lebih baik dari kemarin dan bukan hasil yang buruk. Dua mobil pembalap kami berhasil menuntaskan balapan dan finish. Namun, kami perlu melakukan hal yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Rio Haryanto akhirnya berhasil menuntaskan balapan sebanyak 56 lap. Pembalap asal Solo tersebut sukses finish di posisi ke-21 sementara rekan setimnya, Pascal berada di posisi ke-18. Meski finish, kedua pembalap Manor Racing tersebut tetap gagal mendapatkan poin.