Buronan kasus BLBI, Samadikun yang sudah belasan tahun menjadi incaran akhirnya berhasil diringkus pihak BIN di Shanghai, China.
Menariknya, buronan kelas kakap tersebut ditangkap saat hendak menonton gelaran Formula 1 seri ketiga yang berlangsung di Sirkuit Internasional Shanghai, China. Pada balapan seri ketiga itu, pembalap kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto juga tampil dan start di posisi ke-20.

Rio Haryanto saat menjajal Sirkuit Internasional Shanghai di Grand Prix China
Penangkapan Samadikun tersebut tak lepas dari kerjasama BIN dengan Intelijen China yang memberikan informasi akurat soal keberadaan Samadikun.
“Berdasarkan info intelijen yang sudah matang, saya meyakini bahwa SH akan berada pada satu lokasi di Shanghai karena akan menonton Formula 1. Karena itu, saat kembali ke tanah air, saya menugaskan satu tim dari BIN untuk terus mengawasi lokasi,” kata Ketua BIN, Sutiyoso seperti dikutip detik.com
“Pada tanggal 14 April 2016 tengah malam, SH mendatangi lokasi tersebut dan diamankan oleh aparat setempat atas permintaan BIN,” tambah mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Ketua Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso
Samadikun sebenarnya sudah divonis selama 4 tahun penjara namun dia berhasil kabur dan menjadi buronan sejak 2003. Dalam kasusnya, Samadikun kabur dengan membawa pergi uang negara sebesar Rp169,4 Miliar yang bersumber dari BLBI.
Sutiyoso menjelaskan pemulangan Samadikun ke Indonesia akan membutuhkan waktu. Berdasarkan prosedur, pemulangan buronan BLBI tersebut akan mengikuti mekanisme internasional dan hukum di China.
Pada perhelatan seri ketiga F1 di China tersebut, Rio Haryanto berhasil menuntaskan balapan dan finish di posisi ke-21.