Andi Gilang memang tampil kurang gemilang setelah gagal finis pada seri perdana Valencia, Spanyol lalu. Namun, kegagalan tersebut menjadi motivasi kuat bagi pembalap Astra Honda Racing Team itu untuk memperbaiki keadaan.
Selain itu, pembalap asal Bulukumba itu akan mendapat suntikan motivasi tambahan, karena akan tampil di hadapan pembalap idolanya, Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Apalagi ia akan bertarung di sirkuit legendaris yang dikenal dengan balap ketahanan 24 jam, Le Mans.
“Saya tidak sabar segera sampai di Le Mans dan beradaptasi dengan sirkuitnya. Kegagalan di Valencia, memacu saya untuk memberikan yang terbaik di seri ini," kata Gilang dalam rilis yang diterima INDOSPORT.
"Sejauh ini saya sudah berusaha memahami karakter Le Mas melalui video dan rekaman balap. Selain itu, saya juga sudah mempersiapkan fisik dengan berlatih keras. Semoga saya bisa maksimal kali ini,” tambah pembalap yang dijuluki sebagai Valentino Rossi-nya Indonesia.
Kendati demikian, banyak handicap yang akan dihadapi rider dengan nomor start 34 ini. Seperti pengenalan karakter sirkuit. Karena ini adalah kali pertama Andi balap di Le Mans.
Selain itu, kondisi geografis Le Mans yang berdekatan dengan Samudra Atlantik diyakini akan Sangat mempengaruhi setting motor saat balapan. Cuaca bisa berubah secara tiba-tiba. Angin dingin, suhu rendah bahkan hujan tiba-tiba mengguyur.
Namun, di bawah bimbingan Alberto Puiq dan Hiroshi Aoyama, Andi Gilang diyakini akan mudah menemukan trik untuk tampil optimal.
Nantinya, Gilang akan menjalani sesi kualifikasi (masing-masing 50 menit) pada hari Jumat, (06/05). Sementara untuk balapan akan digelar pada hari Sabtu, (07/05) sebanyak 17-lap.