Menurut anggota Fans Club Valentino Rossi Indonesia (FCVRI), Yayat, Vinales mampu menunjukkan tajinya sebagai salah satu pembalap muda berbakat di Suzuki. Namun, untuk mendampingi The Doctor di Yamaha, rider asal Spanyol itu dinilai belum mumpuni.
“Suzuki sedang berkembang dan posisi Vinales di sana 'lebih dianggap' daripada Aleix Espargaro, masa depan Vinales lebih cerah di Suzuki sebenarnya karena dia sudah membuktikan bahwa Suzuki bisa meraih hasil bagus saat ia kendarai,” ujar Yayat kepada INDOSPORT.
Kesediaan Vinales untuk hengkang ke Yamaha kaarna juga dilatarbelakangi oleh materi. Bersama Yamaha, pembalap 21 tahun itu akan memperoleh gaji ang lebih besar ketimbang bayarannya di Suzuki.
“Kabarnya Vinales minta 5 juta Euro tapi belum tahu disteujui berapa, tapi soal materi sih Yamaha bakal jauh kasih gaji tinggi dibandingkan Suzuki. Rider-kan boleh matre ya. Next kalau dia di Yamaha, harus banyak belajar dari Vale, tidak boleh pecicilan melawan Vale dan ambil banyak pengalaman dari Yamaha karena Yamaha adalah tim bagus dan punya motor bagus,” tambahnya.
Yayat mengungkapkan jika selama ini, Yamaha memang terkesan memiliki tradisi untuk selalu ‘menaruh’ satu pembalap berkebangsaan Spanyol dalam tim. Hal tersebut terbukti dengan kehadiran Lorenzo untuk mendampingi Rossi.
Mendapat kesempatan emas untuk tandem bersama Rossi di Yamaha, Yayat berharap pembalap kelahiran 1995 silam itu tak mengalai nasib serupa dengan pendahulunya, Ben Spies. Penampilan Spies memukau bersama Suzuki, namun melorot drastis saat bergabung dengan Yamaha.
“Saya berharap nasibnya tidak seperi Ben Spies. Spies dulu sangat bagus bersama Suzuki namun gagal saat masuk Yamaha,” tutup Yayat.