Rossi harus menerima nasib nahas pada ajang balap MotoGP Italia, 22 Mei lalu. Pembalap berumur 37 tahun itu gagal mengakhiri balapan.
Pasalnya, mesin motor Yamaha YZR-M1 yang ditunggangi The Doctor mengalami kerusakan pada lap kesembilan. Akibatnya, motor Rossi mengeluarkan asap tebal dari knalpot.
Menanggapi hal tersebut, Yamaha mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mesin motor Rossi terlalu dipaksakan untuk mendapatkan perputaran yang tinggi agar bisa lebih cepat di trek lurus. Akan tetapi, kondisi trek lurus sirkuit Mugello yang bergelombang membuat mesin motor Rossi cepat jebol.
"Trek bergelombang dengan perputaran mesin yang berlebihan membuat mesin motor jebol. Ditambah lagi dengan sistem elektronik yang kurang canggih menjadi penyebab matinya pengapian mesin. Sehingga, mesin motor jebol dan berasap lalu akan mati," kata salah satu orang dalam Yamaha, seperti dilansir Motorsport.

Motor Valentino Rossi berasap di MotoGP Italia
Selain Rossi, pembalap Movistar Yamaha lainnya, Jorge Lorenzo juga mengalami masalah mesin di sirkuit Mugello. Akan tetapi, pembalap asal Spanyol itu mengalaminya saat sesi latihan.
"Kalau Lorenzo tidak memaksakan untuk menggeber motornya, karena dia mengendarainya di sesi latihan. Kalau Rossi terus menggeber motornya," lanjut keterangan Yamaha.
Maklum, Rossi sudah torehkan kecepatan penuh 343,2 km/jam di lap ke-7. Hingga lap ke-9, pembalap asal Italia tersebut kalahkan kecepatan penuh Lorenzo sebanyak lima kali.
Sementara, Lorenzo baru mencapai kecepatan puncak di lap ke-22 dengan 340,9 km/jam.