Ducati belum sekalipun menunjukan penampilan apiknya di ajang balap MotoGP 2016. Tim asal Italia tersebut kalah bersaing dengan dua tim MotoGP lainnya, Movistar Yamaha dan Repsol Honda.
Saat ini, Ducati berada di posisi ketiga klasemen sementara tim MotoGP musim ini dengan torehan 83 poin. Ducati kalah bersaing dengan Movistar Yamaha dan Repsol Honda yang berada di posisi pertama dan kedua. Movistar Yamaha sudah menorehkan 140 poin dan Repsol Honda dengan torehan 115 poin.
Pembalap MotoGP dari tim Ducati, Andrea Iannone membenarkan hal tersebut. Menurut pembalap berumur 26 tahun tersebut, seharusnya Ducati bisa mengalahkan Movistar Yamaha dan Repsol Honda. Pasalnya, motor MotoGP dari tim Ducati memiliki kecepatan yang lebih baik ketimbang motor MotoGp dari tim Movistar Yamaha dan Repsol Honda.
Buktinya, Iannone mencatatkan waktu tercepat di lap terakhir, hingga menembus 354,9 km/jam. Hal itu dilakukannya saat balapan di Sirkuit Mugello, Italia, dua pekan lalu.

Aksi Andrea Iannone di MotoGP musim ini.
"Saya sangat kecewa dengan kesalahan yang saya buat di awal lap. Ketika itu, saya kehilangan banyak posisi. Namun, saya berhasil mempertahankan kecepatan hingga masuk dalam daftar pembalap tercepat di lap terakhir," kata Iannone, dikutip GPone.
"Ducati memiliki mesin yang bagus hingga dapat menempuh kecepatan yang luar biasa dalam waktu singkat. Tapi, hal tersebut tidak cukup untuk meraih sebuah kemenangan. Kemenangan hanya akan mimpi bagi Ducati, jika hanya mengandalkan kecepatan saja," ujar pembalap kelahiran 9 Agustus 1989 tersebut.
Untuk itu, Iannone berharap Ducati segera membenahi aspek-aspek lainnya dalam komposisi mesin dan performa motor. Sebelum balapan MotoGP musim ini memasuki setengah dari seluruh seri yang diadakan.
"Tahun ini, banyak regulasi terbaru, mulai dari ban, ECU, dan motor. Kami harus bekerja keras untuk itu. Saya akan terus mencoba meraih kemenangan. Itu adalah salah satu tujuan kami," kata Iannone.
Sekedar informasi, Iannone saat ini menempati urutan posisi kesembilan klasemen sementara pembalap MotoGP. Ia baru mengumpulkan 41 poin dari enam seri yang sudah dijalaninya.