MotoGP

Ini Penyebab Meninggalnya Pembalap Moto2, Luis Salom

Rabu, 8 Juni 2016 17:31 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto
 Copyright:

Nasib nahas harus menimpa pembalap Moto2 asal tim SAG, Luis Salom. Pembalap berumur 24 tahun tersebut meninggal dunia usai mengalami kecelakaan saat sesi latihan bebas kedua GP Catalunya.

Banyak kalangan memberikan komentar terkait kematian yang menimpa Luis Salom. Mereka berpendapat pembalap kelahiran 7 Januari 1991 tersebut meninggal karena kerusakan pada salah satu bagian motor  hingga Luis Salom yang gagal menaklukan tungganganya tersebut.

Meski begitu, tim yang dibela Luis Salom, SAG, akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi seputar penyebab meninggalnya pembalap yang pernah meraih peringkat kedua dunia Moto3 tersebut. Berdasarkan penyelidikan, masalah pengereman menjadi salah satu penyebab kecelakaan maut tersebut terjadi.


Tim medis berusaha menyelamatkan nyawa Luis Salom usai kecelakaan.

Berikut pernyataan resmi SAG mengenai penyebab kematian Luis Salom, seperti dikutip dari Crash.net:

1. Pada hari Jumat tanggal 3 Juni lalu, Luis Salom meninggal dunia saat sesi latihan bebas kedua GP Catalunya usai insiden kecelakaan yang dialaminya di tikungan 12 Sirkuit Catalunya.

2. Setelah menerima data telemetri Minggu 5 Juni 2016, staf teknis dari tim SAG segera mengadakan pertemuan untuk menentukan sendiri fakta dari kecelakaan tersebut. Setelah itu, menceritakan apa yang terjadi dalam kecelakaan di tikungan 12 Sirkuit Catalunya tersebut.

3. Analisis kecelakaan Luis Salom didasarkan sebuah data telemetri. Analisis tersebut dibantu pemilik tim SAG Edu Perales, manajer tim Jordi Rubio, Bernat Bassa (chief mekanik Luis Salom), pembalap Moto2 Jesko Raffin, Michael Ferger (chief mekanik  Raffin) serta manajer Luis Salom, Marco Rodrigo.

4. Selama FP2 itu, Luis Salom membuat catatan terbaiknya (1 menit 48.608 detik), sebelum melakukan pit stop pertama untuk mengganti ban belakang motornya. Lalu, Luis Salom kembali ke lintasan dan tidak lama kemudian mengalami insiden tersebut.

5. Pada lap tersebut, Luis Salom melakukan akselerasi pengereman 6 km/per jam di tikungan 12. Pengereman tersebut dinilai sangat membahayakan.

6. Pengereman yang tidak sempurna dan tikungan 12 yang memiliki ketidakteraturan pada aspal membuat Luis Salom gagal menyeimbangkan motornya. Kehilangan cengkeraman pada rem menghasilkan kecelakaan tragis yang kita semua tahu.

297