Imam Nahrawi dan Managing Director Manor, Abdullah Boulsien, mengadakan pertemuan di kantor Menpora hari ini untuk membahas mengenai keberlangsungan kiprah Rio di ajang balap jet darat tersebut. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh ibunda Rio, Indah Pennywati.
“Formula 1 harus dijadikan alat oleh masyarakat Indonesia untuk mempromosikan bangsa. Kami berharap Rio bisa menyelesaikan Fomula 1 hingga tuntas ke depan harus ada penjelasan lebih detail mengenai sponsor, karena sponsor tidak hanya ada saat di sirkuit tapi juga di pramusim harus dilibatkan,” ujar Imam kepada awak media di Wisma Menpora.
Abdullah Boulsien selaku wakil Manor pun memberikan sinyal jika pihaknya akan memberikan sedikit toleransi bagi Rio agar bisa terus berkiprah di ajang F1. Terkait deadline pembayaran yang telah lewat, Abdullah menyebut hal tersebut akan kembali dibicarakan.

Rio Haryanto saat melaju dengan tunggangannya MRT05.
“Saya mengucapkan terima kasih untuk kesempatan yang telah diberikan oleh Menpora kami berharap Rio dapat tampil lebih lama di F1 tak hanya 16 seri tapi bisa tampil di 27 atau bahgkan 29 seri. Manor sangat puas dengan penampilan Rio dari satu seri balap ke seri lainnya. Kami mendiskusikan bagaimana dukungan sangat besar masyarakat Indonesia untuk Rio, dan kehadiran Rio bisa jadi alat promosi Indonesia di mata dunia,” ujar Abdullah.
“Kami akan kembali mendiskusikan hal tersebut mengenai perpanjangan deadline pembayaran,” tambah Abdullah.
Sementara itu, Imam Nahrawi pun berharap dana sponsor akan kembali masuk untuk membantu Rio agar terus berkiprah di ajang F1. Kendala teknis yang acap kali dihadapi Rio diharapkan mampu ditanggapi dengan bijak oleh masyarakat Indonesia agar memberikan waktu bagi pembalap asal Solo tersebut untuk berkiprah di F1.
“Kendala psikologis masyarakat Indonesia, ini pertama kali Rio tampil di F1 ada pro kontra, semua dijelaskan secara detail. Tak hanya Rio, pembalap berpengalaman pun dapat mengalami kendala teknis yang sama,” tambah Imam.