Rio Haryanto dikabarkan hanya akan tampil bersama tim Manor Racing pada ajang balap F1 hingga akhir Juli ini saja. Pasalnya, pembalap asal Solo itu masih belum bisa melunasi kewajibannya kepada Manor.
Pihak Rio baru menyerahkan uang 8 juta euro (Rp115 miliar) kepada Manor. Rinciannya adalah lima juta euro (Rp72 miliar) dari Pertamina selaku sponsor tunggal dan tiga juta euro (Rp43 miliar) dari pihak Rio sendiri. Dengan begitu, Rio masih memiliki tunggakan tujuh juta euro (Rp100 miliar) kepada Manor.
Jika tak mampu melunasinya dalam waktu dekat, kabarnya Rio hanya akan diizinkan menjadi pembalap Manor hingga GP Hungaria akhir pekan ini.
Berbagai pihak sudah berjuang untuk menyelamatkan nasib Rio. Pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, pun sudah melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan Rio. Namun, hingga kini belum ada jaminan pasti terkait pelunasan tersebut.
Situasi itu pun siap dimanfaatkan beberapa pembalap untuk mengambil kursi Rio. Salah satunya Rossi yang sangat ingin kembali beraksi bersama Manor.
"Saya sudah menjalin hubungan dengan Manor sejak tahun 2014. Sangat mengejutkan, saya tak bisa balapan tahun ini," kata Rossi seperti dikutip GP Update.

Rio Haryanto.
Seperti diketahui, Rossi memang sudah menjajal lintasan F1 sejak 2012. Ia sudah memperkuat dua tim yang berbeda, yakni Caterham dan Manor Marussia.
Sayang, kehadiran Rio membuat Rossi kehilangan statusnya sebagai pembalap utama Manor. Meski begitu, Rossi tetap punya cara untuk menunjukkan kemampuannya di ajang balap mobil. Ia tampil sebagai juara IndyCar 500 di Indianapolis.
Keberhasilannya tersebut membuat Manor mulai mempertimbangkan Rossi sebagai pengganti Rio. Buktinya, Rossi sempat terlihat saat Manor sedang berlatih untuk menatap GP Hungaria.
"Kemenangan di IndyCar 500 membuat nilai jual saya sebagai pembalap berubah drastis," ungkap Rossi.
Selain Rossi, pembalap lainnya yang mengincar kursi Rio di Manor adalah Jordan King. Ia merupakan pembalap pengembang Manor.